ISLAM
ISLAM

Mimpi Muhammad Qasim: Perang India vs Pakistan Awal Ghazwatul Hind dan Perang Dunia ke-3

Kepentingannya jelas: Arab Saudi menjadi rumah bagi lebih dari 2,6 juta pekerja migran asal India, dan jumlah yang hampir sama dari Pakistan. Dalam waktu bersamaan, India juga tengah menggodok proyek Koridor Ekonomi India-Timur Tengah-Eropa bersama Arab Saudi, dengan nilai investasi mencapai $100 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun.

Menurut Samina Yasmeen, Direktur Centre for Muslim States and Societies di University of Western Australia, “Negara Teluk memiliki kepentingan kuat untuk memastikan stabilitas di kawasan. Mereka tak ingin krisis ini mengancam ekosistem migran dan investasi.”

Posisi China, Iran, dan Teluk

China tidak tinggal diam. Pada Rabu, jet tempur J-10C buatan China, yang dipersenjatai rudal PL-15, dilaporkan menembak jatuh lima jet India. Beijing juga memiliki klaim wilayah di Kashmir dan merupakan mitra strategis utama Pakistan dalam proyek-proyek besar seperti Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC).

Sementara itu, Iran—meskipun sesama negara Muslim dan berbatasan langsung dengan Pakistan—justru menunjukkan sikap yang lebih bersahabat ke arah New Delhi.

Menteri Luar Negeri Iran mengunjungi India hanya beberapa jam setelah meninggalkan Islamabad. Iran juga menyampaikan belasungkawa resmi atas serangan di Kashmir dan menawarkan diri untuk menjadi mediator.

India memiliki kepentingan besar di Iran, termasuk pengelolaan Terminal Shahid Beheshti di Pelabuhan Chabahar, investasi Rp1,9 triliun dan kredit Rp4 triliun untuk pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

Perjanjian air dan garis batas

Tanda-tanda eskalasi semakin nyata. India menangguhkan Perjanjian Air Indus, kesepakatan yang selama puluhan tahun mengatur distribusi air dari Himalaya ke Pakistan. Di sisi lain, Pakistan mencabut Perjanjian Shimla 1972, yang membuat Garis Kontrol di Kashmir kini kembali sekadar garis gencatan senjata.

“Penghalang psikologis telah dilampaui,” kata Karnad. “

Kini militer India secara hukum bisa melangkah lebih jauh.”

Konflik India-Pakistan 2025 ini jauh lebih kompleks dari perang di medan tempur. Di baliknya, ada kepentingan ekonomi, kekuatan ideologis, dan aktor regional yang dulu tak terlibat kini jadi pusat permainan. Namun, jika tak segera dihentikan, nyawa jutaan orang di Asia Selatan terancam.

“Banyak sekarang tergantung apakah Arab Saudi akan memberi tekanan pada India,” tutup Fawad. “Kalau tidak, perang tinggal menunggu waktu.”

Pola yang digunakan India kali ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah India sedang meniru strategi Zionis ‘Israel‘ terhadap Palestina?

image_print
1 2 3 4 5 6 7 8

Reaksi

Berita Lainnya