Hadits Rasulullah SAW juga sangat tegas:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi untuk memukul orang, dan (2) perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya…” (HR. Muslim)
Nabi menyebut perempuan yang “berpakaian tapi telanjang” sebagai golongan yang terancam tidak mencium bau surga. Ini adalah peringatan keras bahwa menampakkan aurat, meski dibalut mode, tetap merupakan bentuk penyimpangan dari syariat.
Kapitalisme dan Industri Fashion: Siapa Diuntungkan?
Di balik gemerlap Met Gala dan industri fashion, ada kepentingan besar dari para pelaku kapitalisme global. Semakin aurat dijadikan konsumsi publik, semakin besar pasar industri pakaian minim, kosmetik, diet ekstrem, operasi plastik, dan segala hal yang menopang ilusi kecantikan tubuh.
Perempuan dijadikan objek pemasaran. Tubuh mereka dijadikan etalase iklan untuk menggerakkan mesin ekonomi. Dan ironisnya, semua itu dilakukan atas nama kebebasan dan pemberdayaan. Padahal kenyataannya, perempuan justru makin terperangkap dalam standar kecantikan semu dan eksploitasi yang halus namun brutal.
Peradaban Islam Memberi Solusi
Islam sebagai ideologi dan sistem hidup memiliki seperangkat aturan yang menyeluruh untuk menjaga kehormatan perempuan. Dalam sistem Islam (Khilafah), negara wajib:
- Menjaga media agar tidak menampilkan konten yang merusak moral dan menjadikan aurat sebagai komoditas.
- Mendidik masyarakat dengan akidah Islam, termasuk pemahaman tentang aurat, malu, dan adab.
- Menerapkan sistem sanksi yang mencegah penyebaran pornografi dan eksploitasi tubuh.
- Mewujudkan sistem sosial Islam yang membatasi ikhtilat (percampuran bebas laki-laki dan perempuan), serta mendorong kehidupan publik yang bersih dari aurat terbuka.
Penutup
Saat Met Gala menjadikan tubuh perempuan sebagai objek tontonan dunia, Islam justru mengangkat derajat perempuan dengan menjaganya dari pandangan manusia yang tak layak. Kebebasan tanpa batas yang ditawarkan peradaban Barat ternyata menyisakan luka mendalam: hilangnya rasa malu, rusaknya generasi, dan eksploitasi yang tak berkesudahan.
Sudah saatnya umat Islam sadar bahwa kehormatan perempuan tak bisa dibeli dengan likes dan pujian. Hanya dengan kembali kepada Islam secara kaffah, perempuan akan benar-benar dimuliakan. Bukan dijual, tapi dijaga. Bukan dieksploitasi, tapi dihormati.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler