Akan tetapi, kata Harli, karena saat ini sudah dalam proses persidangan, majelis hakim yang nantinya akan menentukan apakah perlu meminta keterangan dari Budi Arie sebagai saksi. “Tentunya nanti kita akan lihat bagaimana hakim, karena hakim yang memimpi jalannya persidangan. Dan kalau memang yang bersangkutan (Budi Arie) memang ada dalam daftar saksi-saksi yang akan dipanggil oleh JPU, maka kemungkinan JPU memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa di pengadilan, itu sangat terbuka,” ujar Harli.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Haryoko Ari Prabowo mengatakan, tim JPU masih menimbang-nimbang apakah perlu untuk menghadirkan Budi Arie sebagai saksi ke muka majelis hakim dalam persidangan lanjutan. “Nanti akan kita lihat kepentingan pembuktian,” kata Prabowo melalui pesan singkat kepada Republika, pada Senin (19/5/2025).
Budi Arie ketika dihubungi Republika, Senin (19/5/2025) menanggapi penyebutan namanya dalam dakwaan JPU tersebut punya niatan yang tak lazim. “Setop narasi jahat,” kata dia.
Dalam dakwaan para terdakwa itu terungkap adanya setoran-setoran dari para agen dan pengelola judol kepada pegawai-pegawai di Kemenkominfo. Uang setoran tersebut agar Kemenkominfo tak memblokir laman-laman permainan haram tersebut.
Setoran-setoran pengamanan ribuan website judol itu terjadi sejak 2023 sampai 2024. Nilai mulai dari jutaan, sampai miliaran, yang totalnya mencapai ratusan miliar rupiah.
Disebutkan juga dalam dakwaan, bahwa uang-uang setoran tersebut dibagi-bagi kepada para operator blokir konten ilegal di Kemenkominfo. Dan bagi-bagi uang tersebut juga menyebutkan nama Budi Arie Setiadi. Dikatakan jatah Budi Arie dari setiap uang pengamanan tersebut adalah 50 persen dari total uang yang disetorkan oleh para agen judol agar laman ilegalnya tak diblokir oleh Kemenkominfo.































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…