ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Wilayah IKN Kini Marak Prostitusi, PSK Jual Diri Sampai 10 Kali Sehari, Capek tapi Duitnya Lumayan

BANDA ACEH – Fenomena prostitusi berkedok open BO di Ibu Kota Nusantara (IKN) Sepaku Kalimantan Timur menjadi sorotan belakangan ini.

Praktik prostitusi ini ternyata juga berkembang pesat bersamaan dengan gegap gempita pembangunan mega proyek IKN yang digadang-gadang sebagai simbol masa depan Indonesia.

Di tengah gemerlap pembangunan, ada sisi kelam yang diam-diam terselip.

TribunKaltim melakukan liputan khusus terkait prostitusi di IKN.

Hasilnya, fenomena open BO bukan sekedar isapan jempol semata.

Sudah Ada sejak Lama

Praktik prostitusi di wilayah ini sejatinya sudah ada sejak lama melalui aplikasi daring. Ini juga diakui oleh para pekerja proyek di IKN.

Dari pengakuan para pekerja proyek hingga pantauan langsung di lapangan, bisnis esek-esek ini tumbuh subur mengikuti denyut pembangunan mega proyek yang tiada henti.

Berita Lainnya:
Eks Menag Yaqut Sempat Coba Suap Pansus Haji DPR Rp 17 Miliar

Sasaran mereka pun beragam, mulai dari pekerja konstruksi IKN yang jauh dari keluarga, hingga warga sekitar Kecamatan Sepaku, lokasi utama proyek IKN di Kaltim.

Berikut hasil laporan khusus praktik prostitusi di IKN Kaltim.

Pengakuan Pekerja Proyek soal Protitusi di IKN

Pada Selasa pagi (7/5), Tribun Kaltim memulai perjalanan dengan tujuan untuk melakukan investigasi dari kota ke Kecamatan Sepaku, tempat proyek IKN dilaksanakan.

Setelah kurang lebih 2,5 jam menempuh perjalanan yang melelahkan, saat beristirahat di sebuah cafe yang dekat dengan Istana Negara Garuda sedikit informasi mulai didapat .

Di antara obrolan ringan para pengunjung, terdengar canda tawa soal “cewek-cewek cantik” yang bisa diajak bertemu.

Saat berbincang dengan tiga pekerja konstruksi yang tengah berteduh, topik hangat seputar layanan “open BO” mencuat ketika saya bertanya soal ketersediaan “teman kencan.”

Berita Lainnya:
Wakil Bupati Rejang Lebong Juga Terjaring OTT KPK

“Buanyak! Coba buka aplikasi itu ada ratusan. Tinggal pilih mau yang model kaya gimana semuanya ada di situ,” ujar Sugianto, salah satu pekerja.

Rekan-rekannya menimpali dengan gelak tawa, menyiratkan bahwa praktik semacam ini bukan hal asing bagi mereka.

Beberapa pekerja lain bahkan menyebut layanan tersebut sebagai “kebutuhan.” Jauh dari rumah dan istri, mereka mengaku kerap memanfaatkan aplikasi itu untuk mencari pelampiasan.

“Kamu kan sering itu kalau sudah gajian langsung ganti oli di situ,” timpal rekan-rekannya sambil tertawa lepas.

“Tak usah munafik, kaya kamu tidak pakai aja,” timpal pekerja yang lain sambil tunjuk-tunjukan disertai dengan tawa lepas.

Tarif Open BO di IKN Rp400-700 Ribu

Tarif layanan prostitusi di IKN ini bervariasi, namun rerata di angka Rp400-700 ribu per kencan.

image_print
1 2 3 4
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya