NASIONAL
NASIONAL

Wilayah IKN Kini Marak Prostitusi, PSK Jual Diri Sampai 10 Kali Sehari, Capek tapi Duitnya Lumayan

Saat Tribun Kaltim mengunduh aplikasi yang dimaksud, dalam hitungan menit, notifikasi pertemanan langsung berdatangan, mayoritas dari akun wanita muda yang memajang foto-foto menarik.

Tribun Kaltim mencoba memulai percakapan dengan beberapa akun, salah satunya bernama “Rena.”

Langsung to the point obrolan mengarah pada tawaran tarif yang berkisar mulai dari Rp400 ribu hingga Rp700 ribu untuk sekali pertemuan dengan layanan full service.

Mereka bahkan langsung mengirimkan lokasi guest house tempat mereka menginap yang sebagian besar berada di wilayah Desa Bumi Harapan dan sekitarnya.

“Open BO ST 600, bisa nego, ful servis, stay. Gercep, OTW sekarang, kk saya tunggu,” tulis salah satu akun sambil menyebutkan nama penginapan yang berada tak jauh dari Rest Area IKN.

Kupu-kupu Malam di IKN Biasa Sewa Guest House

Seiring meningkatnya jumlah pekerja dan tamu proyek IKN, jumlah guest house di Kecamatan Sepaku pun melonjak.

Berita Lainnya:
Bupati Pati Sudewo Diperiksa Hampir 24 Jam di Polres Kudus

Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per malam. Tempat inilah yang kerap digunakan para pekerja seks online untuk “stay” dan menerima tamu.

“Serius gak ini KK, gercep 600 nego + ful servis,” ujar akun lainnya sambil mengirimkan share lock dan alamat guest house yang juga berada di sekitaran IKN

Dari hasil percakapan dengan belasan pekerja dan warga, mayoritas mengetahui praktik tersebut namun mengaku tidak memiliki kuasa untuk mencegahnya.

“Sudah lama itu (prostitusi). Mereka tinggalnya tidak ketahuan karena nggak menetap. Biasanya mereka nyewa di guest house,” ujar Ramlan, warga Sepaku.

Pengakuan Warga

Andi Armada, warga Desa Bumi Harapan, menyebut prostitusi online melalui aplikasi memang sudah terjadi sejak pertama kali ramainya pembangunan IKN, ditambah lagi banyaknya pekerja konstruksi yang kebanyakan didatangkan dari luar daerah.

Berita Lainnya:
KPK Tetapkan Kepala Kantor Pajak Jakut dan 2 Anak Buah Tersangka usai OTT

“Prostitusi itu gak mungkin hilang. Orang punya kebutuhan. Coba buka (aplikasi), pasti banyak yang online di sekitar sini,” katanya.

Para pelaku prostitusi di kawasan IKN mayoritas bertransaksi menggunakan aplikasi online yang lebih simpel dan lebih mudah.

Setelah ada kesepakatan harga dengan pelanggan, eksekusi prostitusi itu kemudian dilakukan di guest house.

Salah satu guest house di Sepaku disebut-sebut sebagai tempat favorit para PSK melayani tamunya.

Pengakuan PSK Layani 10 Orang Sehari: Capek tapi Duitnya Lumayan

Dari penelusuran Tribun Kaltim, ditemukan sekitar ratusan PSK yang seolah sudah mengakar di sana dengan memanfaatkan platform  media sosial serta aplikasi online untuk menawarkan diri kepada para pelanggannya.

image_print
1 2 3 4

Reaksi

Berita Lainnya