Sedangkan Jeff Mei, COO dari BTSE, menilai bahwa kenaikan ini didorong oleh arus besar partisipasi dari institusi yang diharapkan akan terus bertambah. Dia menyoroti bahwa tingkat minat terbuka tertinggi di Deribit akan jatuh tempo pada akhir Juni,
Dengan eksekusi opsi yang ditetapkan mencapai US$110.000, US$120.000, bahkan US$300.000. Ini menunjukkan bahwa banyak trader memperkirakan harga Bitcoin akan terus meningkat dalam waktu dekat.
Sementara itu, HTX Research mengindikasikan bahwa pasar saat ini berada dalam kondisi “sentimen euforia dengan volatilitas yang rendah”. Dengan kondisi ini, mereka memperkirakan Bitcoin berpotensi menguji kembali level baru hingga mencapai US$115.000 dalam waktu 30 hingga 45 hari mendatang.
Beberapa pengamat memperkirakan harga Bitcoin akan cenderung stabil di rentang US$100.000 hingga US$150.000. Kombinasi momentum peristiwa halving sebelumnya, peningkatan partisipasi investor institusi melalui ETF Bitcoin Spot, serta tanda-tanda regulasi yang semakin jelas di Amerika Serikat dan Eropa telah menjadi pendorong utama optimisme ini.
Sedangkan Peter Brandt, memperkirakan Bitcoin dapat mencapai antara US$130.000 hingga US$150.000 pada kuartal ketiga tahun 2025. Proyeksi ini berlandaskan pada pola historis pergerakan harga Bitcoin yang cenderung mengikuti siklus halving.
Di sisi lain, Samson Mow, CEO dari perusahaan infrastruktur Bitcoin bernama JAN3, melontarkan pandangan yang lebih berani. Ia mengungkapkan keyakinan bahwa Bitcoin dapat mencapai US$1 juta per keping sebelum tahun 2025 berakhir.
Dia meyakini bahwa tren global yang mendorong negara-negara untuk mengadopsi Bitcoin dan penerbitan obligasi berbasis kripto akan berperan sebagai katalis utama dalam terjadinya lonjakan luar biasa ini.
Menarik untuk dicatat, dalam skenario yang dianggap paling mungkin oleh banyak analis, Bitcoin diperkirakan akan diperdagangkan di kisaran US$120.000 sampai US$150.000 menjelang akhir tahun 2025. Prediksi ini merefleksikan keseimbangan antara perbaikan sentimen pasar dan kewaspadaan terhadap gejolak ekonomi global.
Namun, kenaikan harga tidak lepas dari risiko. Sebagaimana ekspektasi naik, fluktuasi harga menyertainya selalu menjadi ancaman yang sulit dihindari. Investor diingatkan untuk tidak hanya terpesona oleh angka yang menjanjikan.
Dengan berbagai variabel yang saling mempengaruhi, tahun 2025 tampaknya akan menjadi periode krusial dalam perjalanan Bitcoin. Apakah mata uang digital ini akan mencapai tingkat tertinggi yang baru atau malah mengalami penurunan drastis masih sangat tergantung pada dinamika pasar, keputusan dari lembaga besar, dan kebijakan global yang terus berubah.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler