Dalam video singkat itu, Marwan juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk keselamatan mereka. “Teruslah mendukung kami. Dan terimakasih semuanya dan doakan kami,” kata Marwan.
Sebagai salah satu rumah sakit terbesar di utara Gaza, RS Indonesia yang terletak di Beit Lahiya, Gaza Utara sudah menjadi sasaran intimidasi, serangan, dan invasi tentara penjajah Israel. Berikut rangkaian serangan terhadap rumah sakit hasil patungan rakyat Indonesia itu sejak awal genosida.
Lembaga HAM Palestina Al-Haq mencatat, sejak dimulainya agresi Israel di Gaza, RS Indonesia dan sekitarnya terus-menerus diserang oleh pasukan penjajahan Israel (IDF). Rumah sakit itu terus-menerus menjadi sasaran selama dua bulan pertama serangan gencar Israel.
Pola-pola yang muncul berupa kampanye intimidasi serta praktik-praktik pemaksaan lainnya, termasuk pencabutan apa yang disebut ‘perintah evakuasi’ yang memerintahkan masyarakat untuk pergi ke Selatan, sebuah wilayah yang juga sering diserang oleh IDF.
Pada 7 Oktober 2023, media melaporkan bahwa IDF melakukan serangan udara di luar rumah sakit, menewaskan dua pria termasuk seorang anggota staf dan melukai lima lainnya. Ini adalah yang pertama dari serangkaian serangan yang dilaporkan di sekitar rumah sakit dan sekitarnya.
Dokter-dokter MER-C yang sempat bertugas di rumah sakit itu menyatakan, sejak awal sasaran utama Israel adalah generator listrik dan fasilitas penunjang operasional jadi sasaran utama. Rumah sakit itu mengalami gangguan kelistrikan pada 24 Oktober 2023, sembari menerima korban gempuran Israel.
Rumah sakit Indonesia memainkan peran penting dalam menerima dan merawat pasien dari daerah yang mengalami pemboman hebat di daerah Jabalia, Beit Lahiya, Tal Azzatar, dan Beit Hanoun. PIhak MER-C menerangkan, Ruangan Pembaca Republika di RS itu yang sedianya adalah poliklinik terpaksa diubah menjadi kamar jenazah.
Pada 28 Oktober Pada pukul 07.18 waktu setempat, IDF untuk pertama kalinya secara langsung menarget bangunan rumah sakit. Saat itu mereka menargetkan halaman barat rumah sakit dengan tembakan artileri dan langsung menyerang gedung tersebut.
Pada 9 November, IDF menargetkan wilayah sebelah barat rumah sakit. Keesokan harinya, rumah sakit mengumumkan pemadaman listrik, komunikasi, dan air sepenuhnya sehingga sebagian besar rumah sakit tidak dapat beroperasi.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler