BANDA ACEH – Direktur Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, dr Marwan Al-Sultan, tewas akibat serangan udara Israel yang menargetkan rumahnya di Kota Gaza, pada Rabu (2/7/2025).
Ketua Divisi Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia, Arief Rachman, mengungkapkan selama 50 hari terakhir, sudah ada sekitar 70 tenaga kesehatan di Gaza yang tewas akibat serangan Israel.
“Dalam 50 hari terakhir saja ini sudah ada 70 tenaga kesehatan yang tewas akibat serangan Israel di luar dari warga sipil lainnya,” ungkapnya, Jumat (4/7/2025), dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV.
Tewasnya dr Marwan ini, kata Arief, menjadi kehilangan yang sangat luar biasa bagi warga Gaza.
Sebab, dr Marwan merupakan satu-satunya dokter spesialis jantung yang ada di Gaza saat ini.
“Tentu kehilangan satu saja tenaga medis ini, apalagi sosok yang berkarakter dan sangat terampil seperti dr Marwan ini merupakan sebuah kehilangan yang luar biasa buat Gaza,” ujarnya.
“Tidak hanya karena beliau satu-satunya dokter kardiologis yang masih ada di Gaza Utara, jadi relatif setelah kemudian beliau wafat, maka berarti Gaza Utara sudah tidak memiliki lagi dokter ahli jantung, apalagi beliau memiliki subspesialis jantung intervensi,” sambung Arief.
Selain itu, Arief mengatakan, dr Marwan juga merupakan seorang guru dan dosen bagi mahasiswa kedokteran yang ada di Gaza.
Sehingga, mahasiswa-mahasiswa itu juga akan kehilangan sosok yang mereka jadikan panutan dalam menimba ilmu dan pengalaman.
Apalagi, kini, tenaga kesehatan semakin berkurang karena serangan Israel.
“Tidak hanya pasien-pasien yang mengalami masalah jantung di Gaza Utara dan sekitarnya akan kehilangan dokter yang bisa melayani, tetapi juga beliau merupakan guru, dosen bagi mahasiswa kedokteran yang ada di Gaza,” katanya.
“Artinya mahasiswa-mahasiswa calon dokter dan juga calon dokter spesialis juga akan kehilangan sosok menimba ilmu dan pengalaman, yang jumlahnya saat ini sudah semakin berkurang,” ucap Arief.
Kemlu Turut Berduka Cita
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut berduka cita atas wafatnya dr Marwan.
“Kami memonitor pemberitaan mengenai wafatnya dr Marwan Al Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza. Kami turut berduka atas wafatnya dr Marwan Al-Sultan,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha saat dikonfirmasi, Rabu.
Namun, Kemlu RI mengonfirmasi Marwan bukan berkewarganegaraan Indonesia.
Marwan hanya menjabat sebagai pimpinan fasilitas medis yang dibangun melalui donasi masyarakat Indonesia.
“Almarhum bukan warga negara Indonesia,” jelasnya.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler