“Hingga pukul 10.00 waktu setempat, data sementara dilaporkan 4 orang meninggal dunia dan 31 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini berada dalam penanganan lebih lanjut di Gilimanuk,” ucapnya.
“Data nama dan keterangan korban masih dalam proses pendataan,” tutur Masyhud.
Saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait.
Upaya pencarian terhadap penumpang lainnya juga masih terus dilakukan.
Adapun, proses evakuasi menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut yang tinggi (2 – 2,5 meter), angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian.
Diketahui ada enam kapal Polair Polda Jatim yang dikerahkan untuk pencarian korban kapal Tunu Pratama Jaya.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan bahwa selain 6 kapal plus dua perahu karet, Polda Jatim juga mengerahkan Helikopter Polri untuk membantu pencarian korban Kapal KM Tunu Pratama Jaya.
“Ada beberapa peralatan yang juga digunakan di antaranya Life Jacket, Drone bawah laut, Tabung selam, Tali pertolongan, Navigasi bawah laut, Motor bawah laut dan 2 unit perahu karet,” ujarnya, Kamis, dikutip dari tribratanews.jatim.polri.go.id.
Pemantauan melalui udara tersebut juga didampingi Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara.
Saat berada di pelabuhan Ketapang Banyuwangi, hadir pula kapolresta Banyuwangi Kombes Rama Samtama
Selain kapal dan peralatan yang dipersiapkan, Abraham mengatakan, ada sekitar 35 personil kepolisian juga yang dikerahkan untuk bantu pencarian kapal tenggelam itu.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud menyampaikan kronologi insiden kecelakaan kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, Rabu (2/7/2025) sekira pukul 23.35 WIB.
Masyhud memaparkan, KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk dan dilaporkan mengalami kondisi distress pada pukul 23.20 WIB.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB.
“Adapun berdasarkan data manifest sementara, kapal mengangkut, 53 orang penumpang, 12 orang awak kapal, serta 22 unit kendaraan dari berbagai golongan,” ujar Masyhud di Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Sedangkan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) telah dilakukan sejak dini hari oleh Tim Gabungan dari unsur Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan.
“Hingga pukul 10.00 waktu setempat, data sementara dilaporkan 4 orang meninggal dunia dan 31 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini berada dalam penanganan lebih lanjut di Gilimanuk. Data nama dan keterangan korban masih dalam proses pendataan,” tuturnya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler