BANDA ACEH – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah stakeholder untuk meningkatkan pengawasan dan keselamatan pelayaran kapal penyeberangan di Pelabuhan Ulee Lheue.
Rapat yang digelar pada Kamis (10/7/2025) di Banda Aceh ini dihadiri oleh perwakilan dari ASDP, UPTD Wilayah I Aceh, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Aceh, Basarnas Banda Aceh, Polsek Ulee Lheue, Danramil Meuraxa, PT SIM, serta BMKG Ulee Lheue. Agenda utama pertemuan membahas penguatan koordinasi antarinstansi dalam menjamin keamanan dan kelancaran operasional pelabuhan.
Kepala KSOP Malahayati, Capt. Amfami, SH, M.Mar, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue merupakan prioritas utama pihaknya.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat pengawasan pada pelabuhan penyeberangan dan kapal yang akan berlayar, guna memenuhi standar keselamatan sesuai regulasi yang sudah ditetapkan, serta memanfaatkan teknologi pemantauan cuaca secara real-time demi keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujar Capt. Amfami.
📎 Baca juga: Gibran Tugas di Papua Bisa Dianggap Pembuangan, Politisi PDIP Minta Jangan Pulang-pergi
Dalam forum itu, seluruh pihak menyepakati pentingnya peningkatan inspeksi terhadap kapal dan muatan, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta peningkatan koordinasi dalam mitigasi risiko cuaca dan penanganan keadaan darurat.
KSOP Malahayati bersama stakeholder juga menyepakati bahwa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) akan diterbitkan oleh KSOP setelah jumlah penumpang dan manifes sesuai dengan kapasitas yang diizinkan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kelebihan muatan dan menjaga keselamatan penumpang selama pelayaran.
Rapat juga mendorong penerapan sosialisasi keselamatan secara rutin kepada pengguna jasa pelabuhan dan operator kapal, serta pelatihan berkelanjutan bagi petugas lapangan. Selain itu, pemanfaatan teknologi pemantauan cuaca dan operasional pelabuhan secara real-time disebut sebagai salah satu strategi kunci dalam meningkatkan standar keselamatan pelayaran.
Pelabuhan Ulee Lheue sendiri merupakan salah satu jalur vital penyeberangan dari Banda Aceh ke Pulau Weh, Sabang. Tingginya intensitas pelayaran di jalur ini menjadi salah satu alasan perlunya peningkatan pengawasan keselamatan secara terpadu.
KSOP Malahayati berharap koordinasi lintas sektor yang lebih intensif dapat memperkuat sistem keselamatan pelayaran dan memberikan jaminan keamanan bagi penumpang dan awak kapal di seluruh lintasan penyeberangan. []
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler