Penipu sering memanfaatkan hubungan personal ini untuk meningkatkan kredibilitas mereka, dengan menyamarkan penipuan mereka sebagai peluang yang “direkomendasikan oleh orang terpercaya.”
Kita cenderung mempercayai orang-orang di sekitar kita, terutama yang memiliki otoritas atau posisi yang kita anggap lebih tahu dari kita. Ketika seseorang yang kita percayai mengajukan investasi kripto, kita lebih cenderung mengikuti tanpa banyak bertanya.
BJ Fogg memiliki teori mengenai hal ini– disebutnya: mass interpersonal persuasion (MIP) theory. Teori ini menunjukkan bahwa kepercayaan interpersonal sangat kuat dalam pengambilan keputusan, dan kita lebih cenderung menuruti rekomendasi dari orang yang kita anggap memiliki kredibilitas, meskipun itu bisa jadi jebakan.
Efek Bandwagon: Semata-Mata Mengikuti Tren
Ketika melihat banyak orang berbicara tentang potensi keuntungan besar dari sebuah koin atau proyek kripto, banyak yang merasa terpaksa ikut serta, tanpa benar-benar mempertimbangkan risikonya.
Kita sering mengubah pendapat atau perilaku kita agar lebih selaras dengan kelompok sosial di sekitar– bahkan dalam situasi yang kita mereka pahami sepenuhnya. Hal ini bisa menjelaskan mengapa banyak orang akhirnya ikut investasi kripto tanpa riset yang memadai.
Orang cenderung merasa lebih nyaman bergabung ketika mereka melihat banyak orang lain melakukannya, meskipun mereka sebenarnya tidak cukup memahami bagaimana investasi itu bekerja.
Efek ini diperkuat dengan media sosial dan komunitas online yang seringkali memperlihatkan testimoni dan cerita sukses yang sangat menarik perhatian.
Ketidakpastian dan Kebutuhan untuk Memiliki Kendali
Kita tahun dunia kripto penuh ketidakpastian. Dari sinilah banyak orang yang ingin memiliki rasa kontrol agar masa depan finansial mereka memiliki kepastian.
Penipuan kripto sering kali memanfaatkan perasaan ini dengan menawarkan “kesempatan” yang tampaknya memberikan kontrol penuh atas investasi, seperti klaim dapat memilih sendiri jenis proyek atau token yang akan diinvestasikan.
Iming-iming kontrol ini menjadi hal sangat menarik bagi individu yang merasa tidak memiliki banyak pilihan atau kendali dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Penipu memainkan emosi mereka dengan mengarahkan korban untuk merasa seolah-olah mereka memiliki peluang untuk mengubah nasib mereka sendiri dengan keputusan investasi yang mereka buat sendiri pula.
Optimisme Berlebihan dan Minimnya Riset
Optimisme berlebihan sering kali membuat orang mengabaikan risiko yang ada dalam investasi kripto. Banyak orang yang tertarik pada kripto cenderung berpikir bahwa mereka bisa “mengalahkan sistem” dan meraih keuntungan besar tanpa harus melakukan riset mendalam.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler