BANDA ACEH – Film Superman terbaru karya James Gunn sedang menjadi sorotan hangat, bukan karena cerita superheronya, melainkan karena dianggap sarat pesan Politik. Banyak kritikus menilai film ini menampilkan citra negatif terhadap Israel melalui kisah alegori yang disuguhkan.
Cerita Fiksi dengan Nuansa Konflik Nyata
Dalam film ini, menghadirkan dua negara fiktif yang tengah berkonflik: Boravia sebagai negara kaya, bersenjata canggih dan didukung AS, melawan Jarhanpur, negara tetangga yang miskin dan rakyatnya jadi korban serangan udara serta pengusiran paksa. Banyak penonton menganggap Boravia sangat mirip dengan Israel, sementara Jarhanpur digambarkan menyerupai Palestina.
Dilansir the TImes of India, Selasa (15/7), penggambaran kekuatan militer versus penderitaan sipil seolah mencerminkan konflik antara Israel dan Gaza yang saat ini masih berlangsung.
Reaksi warganet
Reaksi publik di media sosial pun sangat ramai.
Banyak yang menuding film ini “secara terbuka anti-Israel” dan memuji keberanian film ini membawa pesan pro-Palestina.
Ada pula yang menyebut bahwa film ini “tidak menyamarkannya sama sekali,” karena jelas-jelas menggambarkan tentara Boravia menembaki warga sipil yang mengungsi — gambaran yang dinilai mirip dengan rekaman militer Israel di Gaza.
Media dari negara-negara Arab dan komentator pro-Palestina menyambut film ini, sementara kelompok pro-Israel menuduhnya sebagai “propaganda berbalut jubah Superman.”
Sikap Sutradara James Gunn
Di tengah kontroversi ini, James Gunn selaku sutradara membantah keras bahwa filmnya adalah alegori konflik nyata. Ia menegaskan:
“Saat saya menulis ini, konflik di Timur Tengah belum terjadi. Saya bahkan berusaha membuatnya berbeda dari konflik dunia nyata. Ini benar-benar fiksi.”
Gunn menekankan bahwa inti cerita justru soal perjuangan Superman mempertahankan moralitas dalam dunia yang abu-abu secara moral, bukan komentar politik tentang Timur Tengah.
Tema Besar Superman: Imigrasi, Mitos, dan Filosofi
Dari generasi ke generasi, Superman selalu ditafsirkan dengan berbagai sudut pandang:
Banyak yang menyamakannya dengan kisah Nabi Musa maupun Yesus, bayi yang diselamatkan, pahlawan tunggal yang mengorbankan diri demi kebaikan.
Debat budaya yang lebih luas
Ada pula yang melihatnya dalam lensa filsafat Nietzsche sebagai tokoh Übermensch, manusia super yang melampaui batas manusia biasa, meski Superman justru tetap berpegang pada nilai moral manusia.
Ketegangan antara “makhluk maha kuasa” dengan “kode etik manusiawi” inilah yang membuat Superman terus relevan di tengah perubahan zaman.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler