BANDA ACEH – Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina kembali membela mantan Presiden Joko Widodo dan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka dari berbagai tuduhan yang beredar, khususnya dari Roy Suryo Cs.
“Sebenarnya ada lagi keheranan kita masyarakat karena yang dituduhkan ijazah palsu ini ternyata ada dua. Pertama ijazah palsu yang dituduhkan sebelum tahun 2005 yang diterbitkan oleh Universitas Gajah Mada,” ujarnya pada wartawan, Senin (4/8/2025).
Dia heran dengan tuduhan ijazah palsu Jokowi yang dilontarkan Roy Suryo. Menurutnya, ada 2 tuduhan janggal.
Pertama, tudingan ijazah palsu Jokowi yang dikeluarkan UGM, selanjutnya tudingan ijazah itu malah meluas sampai ke Pasar Pramuka.
“Kedua, ijazah palsu yang kedua itu diterbitkan kalau menurut Bitor, yang mereka Roy Suryo CS, Bitor ini diterbitkan tahun 2012 di Pasar Pramadhan,”ujarnya.
“Jadi ini keheranan kita, kok ijazah palsunya bisa dua ini, jadi baik isu ijazah palsu ini tidak ada dasar-dasar hukumnya yang membenarkan ini, hanya narasi dan framing jahat saja,” sambungnya.
Dia menegaskan, tuduhan tentang pemakzulan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka tidak ada dasarnya. Karena Gibran merupakan sosok yang layang menjadi pendamping Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Karena dari empat faktor yang dikatakan oleh mantan para purnawirwan itu, yang pertama adalah kelayakan. Sekarang kita lihat Mas Gibran layak. Kemarin Pak Prabowo ke luar negeri, Mas Gibran menjadi ad interim president. Kita lihat Solo dibawah pemerintahan Mas Gibran ini berhasil,” jelasnya.
Selanjutnya, tudingan pelanggaran konstitusi hingga kemenangan pemilu Prabowo-Gibran. Begitu juga soal isu Fufufafa, yang mana tak ada bukti jika Gibran merupakan pemilik akun tersebut.
“Masalah isu Fufufafa, sampai saat ini tidak ada pembuktian Fufufafa ini pemiliknya mas Gibran. Jangan-jangan pemiliknya si Roy Panci,” ungkapnya.
Silfester menambahkan, tudingan keluarga Jokowi melakukan korupsi pun tak benar adanya. Dia menilai isu tersebut disebarkan hanya untuk mengadu domba belaka.
“Keempat, mengenai korupsi keluarga Pak Jokowi, ini pun tidak ada. Intinya, saya mengatakan sebenarnya apa yang mereka lakukan ini hanya untuk mengadu domba bangsa kita agar Prabowo-Gibran putus di tengah jalan juga dalam rangka untuk permainan Politik menjelang 2029,”pungkasnya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler