ISLAM
ISLAM

Krisis Gaza, Kelaparan Sistemis, dan Janji Allah untuk Kebangkitan Umat

Umat Terbaik dengan Janji Kemenangan

Al-Qur’an menegaskan kemuliaan umat Islam dalam QS Ali Imran ayat 110:

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Bahkan Allah menegaskan dalam QS An-Nur ayat 55:

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa…”

Sejarah mencatat janji ini bukan sekadar kata-kata, melainkan fakta yang pernah terwujud. Di masa Rasulullah ﷺ, umat Islam yang semula tertindas di Makkah mampu bangkit menjadi kekuatan politik dan militer terkemuka. Dalam beberapa dekade, wilayah kekuasaan Islam meluas hingga mencakup tiga benua.

Di masa Khilafah Abbasiyah, Khalifah Al-Mu’tashim Billah mengirimkan pasukan besar hanya karena mendengar seruan seorang wanita Muslimah yang dilecehkan oleh tentara Romawi. Seruan “Wahai Mu’tashim!” menjadi simbol kehormatan Islam yang dijaga penuh oleh para pemimpinnya.

Begitu pula dengan Sultan Abdul Hamid II dari Turki Utsmani. Saat Zionis menawarkan bantuan finansial besar untuk melunasi utang negara dengan imbalan sebagian tanah Palestina, Sultan menjawab tegas:

“Aku tidak akan mengizinkan penggalian sejengkal pun tanah Palestina. Tanah itu bukan milikku, tetapi milik umat Islam.”

Kebutuhan Akan Kepemimpinan Islam Sejati

Kedua kisah di atas menggambarkan bahwa kepemimpinan Islam sejati tidak pernah menggadaikan kehormatan dan tanah umat. Namun hari ini, kepemimpinan seperti itu hampir punah.

Kesadaran umat Islam akan janji Allah harus dibangkitkan kembali. Namun kebangkitan ini tidak bisa hanya mengandalkan semangat emosional atau aksi solidaritas sesaat. Diperlukan kepemimpinan politik yang berlandaskan akidah Islam, yang menjadikan perlindungan darah, kehormatan, dan tanah umat sebagai prioritas utama.

Kepemimpinan ini hanya dapat lahir dari jamaah dakwah ideologis yang konsisten menyeru umat kepada Islam secara kaffah, membina masyarakat agar memahami kewajiban politik Islam, dan menolak segala kompromi dengan penjajah.

Thariqah Dakwah Rasulullah ﷺ: Jalan Perubahan Hakiki

Sejarah perjuangan Rasulullah ﷺ menjadi peta jalan bagi kebangkitan umat. Beliau memulai dakwah dengan membina individu, membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran politik Islam, dan akhirnya memperoleh dukungan politik untuk menegakkan negara yang menerapkan syariat Allah secara menyeluruh.

Metode ini bukan sekadar teori sejarah, tetapi strategi yang relevan untuk diterapkan di era modern. Kemenangan sejati tidak datang dari meja diplomasi yang dikendalikan musuh, melainkan dari kekuatan politik dan militer umat Islam yang terorganisir di bawah satu kepemimpinan.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya