ISLAM
ISLAM

Krisis Gaza, Kelaparan Sistemis, dan Janji Allah untuk Kebangkitan Umat

Khilafah dan Jihad: Solusi Tuntas Pembebasan Palestina

Pengalaman berpuluh tahun menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan, resolusi PBB, atau tekanan diplomatik tidak pernah menghentikan kebiadaban Zionis. Sistem internasional yang dikuasai kekuatan Barat selalu memihak kepada Israel.

Solusi tuntasnya adalah kembalinya Khilafah—institusi politik global umat Islam yang memiliki kewajiban dan kekuatan untuk melindungi seluruh kaum Muslim, memimpin jihad, dan mengerahkan seluruh sumber daya umat untuk membebaskan Palestina.

Dalam sistem Khilafah, pembelaan terhadap wilayah dan umat Islam bukanlah pilihan, tetapi kewajiban syar’i. Palestina bukan hanya isu kemanusiaan, tetapi isu akidah.

Momentum Gaza: Alarm Kebangkitan

Genosida di Gaza harus menjadi alarm kebangkitan bagi umat Islam. Kesadaran politik umat harus diarahkan pada tujuan besar: menegakkan kembali kepemimpinan Islam global.

Sejarah membuktikan, ketika umat bersatu di bawah satu bendera dan satu kepemimpinan, tidak ada kekuatan dunia yang mampu mengalahkan mereka. Kekalahan umat Islam di era modern bukan karena lemahnya jumlah atau sumber daya, tetapi karena terpecahnya kepemimpinan dan hilangnya penerapan syariat secara total.

Menjemput Janji Allah

Allah berfirman dalam QS Al-Hajj ayat 40:

“Dan Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Menolong agama Allah berarti menegakkan hukum-hukum-Nya di muka bumi, bukan sekadar mengutuk kezaliman atau mengirim bantuan sesaat. Itu berarti menyiapkan langkah politik, militer, dan ideologis untuk membebaskan Palestina dan seluruh wilayah Muslim dari penjajahan.

Dari Kesadaran Menuju Kemenangan

Tragedi kelaparan di Gaza adalah ujian bagi seluruh umat Islam: apakah kita akan tetap menjadi penonton atau bergerak untuk mengubah keadaan?

Sejarah mengajarkan bahwa kebangkitan umat dimulai dari kesadaran, berlanjut pada perjuangan terorganisir, dan mencapai puncaknya ketika Khilafah kembali tegak. Saat itulah seruan jihad bukan hanya slogan, tetapi perintah resmi negara yang memiliki kekuatan untuk mengeksekusinya.

Palestina akan kembali merdeka, bukan di bawah bayang-bayang kompromi politik, tetapi di bawah panji tauhid yang mempersatukan umat.

Wallahu a’lam bish-shawab

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya