NASIONAL
NASIONAL

5 Fakta Viral Dokter Penyakit Dalam Dibentak Pasien hingga Dipaksa Buka Masker

“Saya meminta keluarga pasien bersabar dan menjelaskan alasan tetap memakai masker. Kenapa saya memakai masker, karena dari hasil rontgen dan radiologi ditemukan bercak pada paru-paru pasien yang diindikasikan TBC, salah satu penyakit yang sulit ditangani. Pemakaian masker itu SOP pemeriksaan indikasi penyakit TBC,” jelasnya.

Syahpri mengaku sempat meminta satu perawat bersiap merekam dan perawat lainnya memanggil petugas keamanan. 

“Dalam perjalanan medis, kami sering mendapat ancaman, jadi perlu antisipasi. Keluarga pasien tetap meminta saya melepas masker, saya bilang kalau buka masker di luar saja sesuai SOP. Tapi mereka tetap memaksa dan melepas masker saya,” tuturnya.

Setelah kejadian itu, ia meminta petugas keamanan untuk berjaga di sekitar tenaga kesehatan karena keluarga pasien masih menunjukkan emosi. 

“Saya minta petugas keamanan untuk menjaga perawat karena saat itu masih emosi, saya khawatir terhadap adik-adik nakes yang semuanya perempuan,”tutupnya.

3. Minta Maaf

Dokter Syahpri dipertemukan dengan keluarga pasien di aula RSUD Sekayu Muba, Rabu (13/8/2025).

Sebuah jabat tangan yang ditengahi akhirnya mempertemukan dua pihak yang sempat bersitegang.

Di satu sisi, dr. Syahpri Putra Wangsa, seorang dokter spesialis penyakit dalam, berdiri dengan keteguhan profesinya.

Di sisi lain, seorang pria perwakilan keluarga pasien, tertunduk dengan raut penyesalan.

Keluarga pasien yang sebelumnya terekam dalam video bersikap intimidatif, kini menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Plt Direktur RSUD Sekayu drg Dina Krisnawati Oktaviani MKes menyebutkan pasca kejadian tersebut pasien atas nama Rita yang merupakan keluarga yang melakukan tindakan kepada dokter telah mendapat perawatan.

“Pasien atas nama Rita masih dilakukan perawatan di RSUD Sekayu di ruangan VIP, pelayanan maksimal tetap kita berikan. Kita  kesampingkan dahulu peristiwa ini, karena layanan kesehatan harus tetap diberikan kepada pasien,”ungkpanya. 

4. Lapor ke Polisi

dr. Syahpri menuturkan keputusannya melaporkan keluarga pasien ke Polres Muba adalah langkah yang tak bisa ditawar.

Ia melihat peristiwa yang menimpanya sebagai puncak dari gunung es kekerasan yang kerap mengancam para tenaga kesehatan (nakes).

“Yang jelas, saya mewakili seluruh nakes di Indonesia, jangan sampai terjadi Syahpri-Syahpri yang lain. Jadi kita harus menentukan sikap, harus tegas,” ujarnya dengan suara mantap.

Ia meluapkan suara hatinya, menggambarkan betapa rentannya posisi para garda terdepan kesehatan mulai dari perawat hingga dokter spesialis. 

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya