NASIONAL
NASIONAL

5 Fakta Viral Dokter Penyakit Dalam Dibentak Pasien hingga Dipaksa Buka Masker

Ancaman terhadap mereka, menurutnya, adalah ancaman bagi seluruh sistem.

“Untuk sekolah menjadi seorang dokter itu tidak mudah. Belum lagi dari biayanya yang luar biasa, dari waktu yang harus dibuang, meninggalkan istri-anak untuk sekolah, itu luar biasa,” paparnya, menyoroti pengorbanan besar yang sering dilupakan di balik jas putih seorang dokter.

Karena itu, meski pertemuan dan salaman dengan keluarga pasien telah berlangsung, dr. Syahpri memastikan proses hukum akan terus berjalan.

“Sudah kita laporkan, jadi sekarang kita menunggu saja proses hukumnya,” tegasnya.

5. Polisi Terima Laporan 

Laporan dr Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD, FINASIM resmi diterima Kepolisian Resor Musi Banyuasin (Polres Muba), Rabu (13/8/2025). 

dr Syahpri Putra Wangsa resmi melapor ke polisi atas tindak arogansi yang diterimanya dari keluarga pasien yang viral di sosial media. 

Kapolres Muba AKBP God Parlasro Sinaga melalui Kasi Humas IPTU S. Hutahean menjelaskan bahwa laporan sudah masuk dan proses hukum kini berjalan di bawah penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muba.

“Benar, laporan sudah kita terima dan saat ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Muba,” kata IPTU S. Hutean, Rabu (13/8/2025).

Lanjutnya, korban dalam hal ini dokter yang bersangkutan didampingi Direktur RSUD Sekayu, IDI Muba, dan Dinkes Muba. 

“Laporan masih dalam dipelajari oleh tim penyidik Satreskrim Polres Muba, informasi selanjutnya akan kita informaskan lebih lanjut,”jelasnya. 

Perlu diketahui, kasus ini berawal dari sebuah video berdurasi 41 detik yang beredar luas di media sosial, menampilkan momen ketika keluarga pasien diduga memaksa seorang dokter membuka masker saat sedang memeriksa pasien.

Dokter tersebut kemudian diketahui adalah dr. Syahpri Putra Wangsa, dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Sekayu.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya