GAZA masih terus menjadi titik pusat pendudukan dan penyerangan Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Fox News, menyatakan niat Israel untuk mengambil alih kendali militer atas seluruh wilayah Gaza.
Netanyahu mengonfirmasi bahwa Israel berniat mengambil alih wilayah pesisir itu secara militer, tetapi menekankan bahwa Israel tidak ingin menduduki atau mengelola Gaza dalam jangka panjang. Ia mengatakan Israel ingin menyerahkan pengelolaan wilayah tersebut kepada pasukan Arab, meski tidak menjelaskan lebih lanjut tentang negara mana yang akan terlibat.
Wawancara itu terjadi setelah rapat kabinet keamanan, kantor Netanyahu mengonfirmasi bahwa rencana pengambilalihan Kota Gaza telah disetujui. Dalam pernyataan resminya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) disebutkan akan bersiap mengambil alih Kota Gaza, sembari tetap menyediakan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di luar zona pertempuran. Dan meskipun kritik domestik dan internasional terus meningkat terhadap perang yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Kritik dan Kecaman Dunia Adakah Artinya?
Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Volker Turk mengecam rencana Israel untuk mengambil alih sepenuhnya Jalur Gaza secara militer dan mendesak agar rencana tersebut segera dihentikan. Menurut Turk, bertentangan dengan putusan Mahkamah Internasional yang menyerukan agar Israel mengakhiri pendudukan secepat mungkin, demi terwujudnya solusi dua negara dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
Kementerian Luar Negeri Turki, juga mengecam langkah Israel dan menyebut sebagai bagian dari genosida oleh pemerintahan Netanyahu dan ancaman serius bagi perdamaian serta keamanan global.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong merasa khawatir dan menyatakan negaranya mendesak Israel agar tidak melanjutkan langkah tersebut karena hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza. Pemindahan paksa secara permanen menurut Wong juga melanggar hukum internasional. Australia secara tegas menyerukan gencatan senjata, aliran bantuan tanpa hambatan, dan pembebasan para sandera yang ditahan Hamas sejak Oktober 2023. Satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi adalah solusi dua negara. Dimana Palestina dan Israel hidup berdampingan dalam batas wilayah yang diakui secara internasional.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyebut keputusan Israel untuk memperluas serangan di Gaza sebagai langkah yang salah dan menyerukan agar pemerintah Israel segera mempertimbangkannya kembali. Tindakan Israel diakuinya tidak akan menyelesaikan konflik atau membantu membebaskan sandera, sebaliknya hanya akan menambah pertumpahan darah.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler