ISLAM
ISLAM

Gaza dan Seruan Pembebasan Pendudukan

Sementara China menyatakan keprihatinan serius atas rencana tersebut dan meminta Israel untuk segera menghentikan tindakan berbahaya tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina. Gencatan senjata adalah satu-satunya jalan untuk meredakan krisis kemanusiaan, memungkinkan pembebasan sandera, dan membuka peluang bagi deeskalasi konflik serta keamanan regional.

Hamas mengecam rencana ini, menyebutnya sebagai kudeta terang-terangan terhadap proses negosiasi dan menuduh Netanyahu mengorbankan para sandera demi ambisinya. Seorang pejabat Hamas menyatakan bahwa pasukan asing yang memerintah Gaza akan dianggap sebagai pasukan pendudukan.

Yordania, melalui seorang pejabat resmi, menekankan bahwa masa depan Gaza harus ditentukan oleh lembaga Palestina yang sah. Sebelumnya, Israel dan AS telah menolak usulan Mesir untuk membentuk pemerintahan teknokrat Palestina di Gaza pascaperang.

Indonesia sendiri juga mengklaim terus konsisten memberi dukungan penuh terhadap “Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sejalan dengan Solusi Dua Negara yang secara kolektif harus diwujudkan melalui tiga langkah utama yaitu pengakuan atas negara Palestina oleh semua negara, penghentian kekerasan dan gencatan senjata serta penentuan masa depan Palestina oleh rakyat Palestina.

Benarkah apa yang diserukan dunia global mampu menjadi solusi bagi Palestina dan mengakhiri pendudukan Israel? Secara fakta kita melihat betapa liciknya Israel yang tak mengenal kata berhenti meski genjatan senjata sudah disepakati. Bahkan semakin arogan, seolah dialah penentu dan pemutus kebijakan internasional atas nasib Palestina.

Dan dimana gerangan pemimpin kaum muslim? Indonesia pun membebek dengan menyetujui solusi dua negara. Solusi yang Israel sendiri tidak sepakat. Krisis kemanusiaan dan kelaparan di Gaza makin serius dan membutuhkan bantuan internasional segera. Krisis pangan ini merupakan hasil dari kebijakan sistematis yang mempersempit akses terhadap kebutuhan dasar (tirto.id, 1-8-2025).

Ulah Israel memblokade Blokade berkepanjangan di beberapa wilayah, telah menghambat bantuan kemanusiaan dan mengisolasi 2 juta warga dari dunia luar. WHO melaporkan, setidaknya ada 63 kasus malnutrisi pada Juli 2025, termasuk 24 di antaranya dialami oleh balita. Tingkat malnutrisi akut global di Gaza meningkat tiga kali lipat sejak Juni, dengan hampir satu dari lima anak di bawah lima tahun mengalami malnutrisi akut.

image_print
1 2 3 4

Reaksi

Berita Lainnya