TIMUR TENGAHINTERNASIONAL

Negara Arab dan Muslim Kompak Tolak Israel Raya

“Ini secara langsung memicu siklus kekerasan dan konflik serta merusak prospek untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif di wilayah tersebut.”

Para menteri “mengulangi penolakan dan kecaman mereka atas kejahatan agresi, genosida, dan pembersihan etnis Israel” dan menegaskan kembali perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza “untuk memastikan akses kemanusiaan tanpa syarat untuk mengakhiri kebijakan kelaparan sistematis yang dilakukan Israel sebagai senjata genosida.”

Lebih dari 61.000 warga Palestina telah syahid di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Israel juga terus memblokir lembaga-lembaga kemanusiaan internasional untuk mengirimkan makanan kepada orang-orang yang kelaparan di wilayah kantong tersebut.

Pemerintah Indonesia juga mengecam visi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang Israel Raya.

Dalam visi tersebut, Israel hendak memperluas wilayahnya dengan mencaplok, tidak hanya Palestina, tapi juga sebagian wilayah Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon.

“Indonesia menolak dan mengecam keras visi Perdana Menteri Israel tentang ‘Israel Raya’ melalui aneksasi penuh atas wilayah Palestina dan negara-negara lain di kawasan,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat akun X resminya, Kamis (14/8/2025) malam.

Kemlu RI menambahkan, visi tersebut nyata-nyata melanggar hukum internasional serta semakin mengecilkan prospek perdamaian di Palestina dan Timur Tengah. Kemlu RI menekankan tentang pentingnya solusi dua negara.

“Bagi Indonesia, perdamaian yang adil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud dengan menegakkan hak yang tidak dapat dicabut rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta hidup berdampingan dengan Israel berdasarkan solusi dua negara, sesuai parameter internasional yang telah disepakati,” kata Kemlu RI.

Kemlu RI menyerukan komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk menolak segala bentuk aneksasi dan pendudukan permanen oleh Israel; baik di Palestina maupun di wilayah lain di kawasan.

Selain itu Kemlu RI mendorong komunitas internasional mengambil langkah konkret guna menghentikan kebijakan Israel yang merusak prospek perdamaian.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan media i24, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mengungkit soal visi Israel Raya sambil menunjukkan peta “Tanah yang Dijanjikan”. Netanyahu mengaku sangat terkait dengan visi tersebut.

“Saya berada dalam misi lintas generasi. Jadi, jika Anda bertanya apakah saya merasa ini adalah misi bersejarah dan spiritual, jawabannya adalah ya,” kata Netanyahu.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website