ACEH BESAR – Khatib Jumat di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjong Seulamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Tgk Umar Ismail, S.Ag, Jumat (22/8/2025), mengingatkan jamaah tentang pentingnya istiqamah dalam beribadah dan memperbanyak taubat di tengah derasnya godaan dosa di era digital.
Menurutnya, dosa saat ini seakan mengepung manusia setiap detik, sehingga konsistensi dalam kebaikan meski kecil nilainya jauh lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang tidak berkelanjutan.
Dalam khutbah singkat, ia mengupas tema penting tentang sikap istiqamah dalam beribadah, membersihkan diri dari dosa dengan taubat, serta larangan melampaui batas.
Tgk Umar mengutip firman Allah Swt dalam Alquran Surat Hud ayat 112:
“Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini, menurut khatib, menjadi panduan hidup seorang muslim: bagaimana menjaga istiqamah dalam kebaikan, tidak putus asa dalam taubat, dan tidak melanggar aturan yang telah digariskan Allah Swt.
Sebagai ibrah, Tgk Umar mengisahkan cerita tentang Sha’labah bin Abdurrahman, seorang pemuda pada masa Rasulullah Saw. yang awalnya rajin beribadah dan selalu bersama Nabi. Namun, suatu ketika ia terjerumus dalam dosa ketika tanpa sengaja melihat aurat seorang perempuan. Rasa takut dan penyesalan membuat Sha’labah lari ke pegunungan, hingga kemudian ia ditemukan kembali dalam keadaan sangat lemah karena terus-menerus menangisi dosanya.
Rasulullah Saw. akhirnya mendoakan ampunan untuknya, dan Allah menerima taubatnya hingga ribuan para malaikat turun mengantarkan jenazahnya ke kubur. Mayit ini dicintai oleh Allah. Kisah ini, jelas Tgk Umar, memberi pelajaran bahwa dosa bukan akhir segalanya selama kita kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan dan taubat yang sungguh-sungguh.
Lebih jauh, khatib menegaskan bahwa tantangan zaman modern justru lebih berat. di era kini “dosa seolah-olah mengepung kita setiap detik”. Gadget yang selalu berada di tangan menjadi pintu terbuka dengan berbagai konten yang bisa menyeret kepada dosa.
“Kalau Sha’labah di zaman Rasulullah menangis berhari-hari karena sekali tergelincir, maka kita hari ini justru seringkali berbuat dosa berulang-ulang, bahkan setiap saat, tanpa rasa bersalah. Karena itu, satu-satunya jalan adalah memperbanyak istighfar dan memperkuat taubat, agar hati tidak semakin keras dan jauh dari Allah Swt,” tegas Tgk Umar.
Ia juga menambahkan bahwa istiqamah bukan berarti tidak pernah salah, melainkan terus berusaha kembali kepada jalan yang benar setelah tergelincir yakni dengan bertaubat.
Rasulullah Saw. bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
Untuk memperkuat makna istiqamah, khatib juga mengutip sebuah hadis Rasulullah dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus (dawam), meskipun sedikit.”
Hadis ini menekankan bahwa konsistensi dalam beribadah, walaupun dalam skala kecil, lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang tidak berkelanjutan. Dengan demikian, istiqamah dalam shalat, puasa, membaca Alquran, bersedekah, ataupun zikir, meski sedikit tetapi dilakukan terus-menerus, akan bernilai lebih di sisi Allah Swt.
Mengakhiri khutbahnya, Tgk Umar mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan dosa kecil. Sebab, dosa kecil yang dilakukan terus-menerus akan menumpuk dan menutupi hati, sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang “ran”, yaitu noda hitam pada hati orang yang sering berbuat dosa (HR. Tirmidzi).
“Karena itu, mari kita jadikan hari-hari kita sebagai ladang taubat, perbanyak istighfar, gunakan waktu dengan ibadah, dan jauhi melampaui batas. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang istiqamah, bersih dari dosa, dan senantiasa berada dalam rahmat-Nya,” pungkas Tgk Umar Ismail, dai kondang Aceh.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler