Tidak mengejutkan jika seorang anggota DPR RI bisa membawa pulang ratusan juta rupiah setiap bulan. Tambahkan tunjangan kesehatan, transportasi, fasilitas rumah dinas, dana operasional, bahkan bonus tak terduga, totalnya bisa menembus miliaran rupiah per tahun. Praktik ini sudah berlangsung lama, dan rakyat seolah tak lagi mampu mengguncang kenyamanan mereka.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah menghadapi kenyataan sangat berbeda. Kepala daerah mengelus dada karena anggaran untuk mengangkat ribuan tenaga honorer sebagai PPPK paruh waktu tak mencukupi. Mereka yang selama bertahun-tahun mendukung layanan publik hidup dalam ketidakpastian, menunggu kepastian status dan gaji, namun realitas keuangan daerah membuat harapan itu tertunda.
Mari bandingkan: seorang DPR dengan gaji bulanan Rp 100 juta–Rp 150 juta, plus tunjangan, bisa menabung miliaran setahun. Sementara seorang honorer paruh waktu, yang bekerja setia mendukung pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik, hanya menunggu selembar gaji yang sering tertunda, bahkan untuk sebagian kecil dari yang layak mereka terima.
Ironi ini tak bisa disangkal, yang satu “menari di atas gaji dan bonus”, yang lain meneteskan keringat dan air mata demi penghidupan sehari-hari. Jika sebagian kecil dari gaji fantastis DPR atau bonus komisaris BUMN dialokasikan untuk PPPK paruh waktu honorer, ribuan keluarga bisa tersenyum lega. Ketimpangan ini bukan sekadar soal angka, tapi cermin nyata ketidakadilan dan prioritas yang timpang dalam negeri.
Sementara itu, rakyat hanya bisa menatap dengan harap, bertanya kapan negara benar-benar berpihak pada mereka yang bekerja di garis depan pelayanan publik, bukan hanya pada mereka yang duduk nyaman di kursi istana?
Tapi hanya andai kok!
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler