BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, menyambut baik langkah Baitul Mal Kota (BMK) Banda Aceh yang tahun ini mulai menyalurkan modal usaha untuk masyarakat.
Menurutnya, program ini bisa jadi angin segar bagi pelaku UMKM dan anak muda yang baru merintis usaha.
Tapi, ia menegaskan satu hal: bantuan itu harus tepat sasaran, jangan sampai salah alamat.
Ismawardi, yang duduk di Komisi I DPRK Banda Aceh bidang pemerintahan dan hukum, menilai langkah BMK cukup strategis di tengah kondisi ekonomi warga yang masih naik-turun.
“Modal usaha ini sangat membantu, apalagi untuk mereka yang lagi berjuang membangun ekonomi keluarga dari nol. Jangan sampai program bagus ini malah tidak terasa manfaatnya,” ujarnya.
Politisi muda itu juga mengingatkan agar distribusi modal usaha tidak asal-asalan. Menurutnya, setiap usaha punya kebutuhan berbeda.
Ada yang butuh tambahan stok barang, ada yang fokus ke peralatan, ada juga yang lebih butuh modal cash untuk putar usaha. Kalau jumlah bantuan tidak sesuai, bisa saja uang yang turun malah tidak terlalu membantu.
“Kalau bantuannya kecil sementara kebutuhan usahanya besar, ya sama aja. Takutnya nanti modal itu tidak bisa dipakai sebagaimana mestinya. Jadi harus pas, sesuai dengan proposal dan kebutuhan warga,” tambahnya.
Harus Jujur Saat Ajukan Dokumen
Selain berharap tepat sasaran, Ismawardi juga menitip pesan untuk masyarakat penerima.
Ia meminta agar warga yang mengajukan bantuan bersikap jujur dalam mengisi data maupun dokumen persyaratan.
Transparansi dari warga, kata dia, sama pentingnya dengan ketepatan BMK menyalurkan dana.
“Kadang ada juga warga yang asal isi, nggak sesuai dengan kebutuhan aslinya. Kalau seperti itu kan nanti bantuan jadi tidak maksimal. Makanya saya harap warga benar-benar jujur, biar modal ini bisa digunakan dengan baik untuk pengembangan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah penerima, tapi juga dari seberapa jauh modal usaha yang dikucurkan benar-benar mengangkat ekonomi keluarga.
Program BMK yang membagi modal usaha dinilai selaras dengan upaya pemerintah kota memperkuat sektor ekonomi rakyat.
Ismawardi melihat ini sebagai salah satu cara memperkecil angka pengangguran dan meningkatkan kemandirian warga.
“Kalau UMKM kuat, ekonomi kita ikut kuat. Karena dari usaha kecil inilah perputaran ekonomi kota bisa jalan. Jadi saya apresiasi penuh langkah BMK,” ucapnya.
Ia berharap BMK terus melakukan evaluasi dalam setiap penyaluran bantuan. Dengan begitu, modal usaha yang diberikan bukan hanya sekadar formalitas, tapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun ekonomi masyarakat Banda Aceh yang lebih mapan.[]































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler