ACEH
ACEH

Germas PPA Aceh Minta Pesantren Tak Lindungi Pelaku Penganiayaan

BIREUEN — Ketua Germas PPA Korwil Aceh, Saiful Amri, mendesak Pesantren Al Muslim, Matang Geulumpang Dua, Bireuen, tidak melindungi tiga santri senior yang diduga menganiaya FA (14).

“Pesantren wajib membuka pintu seluas-luasnya untuk polisi melakukan pemeriksaan. Jangan lindungi pelaku dan para pelaku ini juga wajib dihukum setimpal,” kata Saiful, Senin (1/9/2025).

Saiful meminta para pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia menegaskan pihak pesantren jangan memberi perlindungan apa pun.

Menurutnya, peristiwa kekerasan di lembaga pendidikan seharusnya tidak boleh terjadi. Pesantren, kata dia, justru harus menjadi benteng pencegahan kasus semacam ini.

“Apalagi di pesantren itu korban tidak bisa pulang seenaknya. Dia 24 jam ada di pesantren. Jadi sudah tanggung jawab penuh pesantren untuk bisa melindungi santrinya dari pem-bully-an,” tegas Saiful.

Saiful menduga kasus penganiayaan biasanya bermula dari bullying yang dibiarkan. Ia heran pihak pesantren tidak mendeteksi tanda-tanda tersebut.

“Yang begini ini kan biasanya dimulai dari aksi bullying yang dilakukan berkali-kali, baru akhirnya berujung penganiayaan. Masa iya korban tidak pernah mengeluh? Atau para pengajar tidak bisa melihat tanda-tanda itu?” ujarnya.

Ia menambahkan, “Karenanya saya desak pihak pesantren harus transparan, bantu polisi dan jangan ada yang disembunyikan.”

Sebelumnya, FA, santri asal Kampung Pepanyungen Angkup, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, diduga menjadi korban penganiayaan senior di Pesantren Terpadu Al Muslim, Peusangan, Bireuen.

Peristiwa itu terjadi pada 26 Agustus 2025 malam hingga pagi hari. Korban mengalami lebam di wajah dan sempat pingsan. Orang tuanya, Muhammad Ikhwan, mengungkap kasus ini pada Sabtu (30/8/2025).

“Waktu saya jemput anak saya, pihak pesantren hanya memberikan uang berobat sebesar Rp400 ribu. Setelah itu, tidak ada komunikasi atau perhatian dari mereka,” kata Ikhwan. (tim)

image_print

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website