BANDA ACEH – Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, telah ditangkap secara paksa pada Senin 1 September malam.
Tak lama kemudian, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Delpedro Marhaen ditetapkan sebagai tersangka dugaan menghasut dan menyebarkan ajakan provokatif saat demo di depan Gedung DPR.
Penangkapan dan penetapan tersangka ini mendapat perhatian masyarakat. Sebab, Lokataru Foundation selama ini publik kenal sebagai lembaga advokasi yang seringkali mengkritisi tindak-tanduk pemerintah.
Menyesalkah sang aktivis hak asasi manusia ini? Ternyata tidak.
Melalui rekan seperjuangannya, ia menitip pesan untuk disampaikan kepada masyarakat luas terkait pesoalan yang membelitnya.
“Saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Delpedro Marhaen sempat menulis surat di secarik kertas. Kertas surat itu kemudian disampaikan kepada Pedeo Project dan rekan-rekan Pedro yang menunggu di sekitar Polda Metro Jaya. Kepada rekan-rekannya, Pedro berpesan agar surat tersebut disebarkan secara luas,” tulis akun Threads @pedeoproject, terlihat Rabu 3 September 2025.
View on Threads
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Ia diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR yang berujung ricuh.
“Saya Delpredo Marhaen,” katanya membuka surat yang ditujukan kepada publik.
Menurut dia, setelah dilakukan penangkapan pada 1 September 2025, dirinya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “(Pemeriksaan) sebagai tersangka selama 24 jam dengan 98 pertayaaan. Setelah tu saya mendapat surat penahanan. Kini saya ditahan di Rutan Polda Metro Jaya,” ungkap Delpredo melalui tulisan tangannya.
Ia membenarkan, bahwa perkara ini berkaitan dengan tindakannya dan Lokataru yang memberikan banguan hukum bagi mereka yang ditangkap hanya karena menyampaikan pendapat di muka umum.
Selain bantuan hukum, pihaknya juga membela pejalar yang KJP-nya dicabut dan meminta biaya rumah sakit bagi korban kekerasan polisi untuk digratiskan.
“Semuanya itu dikabukan dan berhasil. Tetapi semua itu jadi alasan untuk menuduh saya melakukan perbuatan menghasut,” tuturnya.
Meski akhirnya berurusan dengan polisi, Delpedro menegaskan dirinya tak pernah menyesal melakukan semua itu.
“Saya tidak pernah menyesal melakukan itu semua. Ini soal masa depan orang banyak yang menggantungkan diri pada pendidikan. Jika kamu biarkan, bagaimana mereka bisa merubah nasibnya?” tegasnya.
Jebolan Universitas Tarumanegara itu meminta semua pihak yang mendukungnya agar tidak perlu was-was dengan kondisinya.













































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler