Rakyat membutuhkan jaminan gizi yang nyata, bukan sekadar program politik. Negara harus berhenti bermain-main dengan keselamatan rakyat dan segera mengubah paradigma. Selama sistem kapitalisme tetap menjadi fondasi, rakyat akan terus menjadi korban.
Kesimpulan
Keracunan MBG bukan sekadar kecelakaan teknis, tetapi gambaran nyata kegagalan negara dalam memenuhi tanggung jawabnya. Program populis yang dilaksanakan tanpa perencanaan matang hanya menambah derita rakyat.
Islam memberikan solusi mendasar dengan menjadikan negara sebagai pengurus rakyat. Dalam sistem Khilafah, kebutuhan gizi dipenuhi bukan demi pencitraan, melainkan sebagai amanah syariat. Sejarah mencatat, umat Islam pernah hidup dalam kesejahteraan di bawah kepemimpinan yang adil dan bertanggung jawab.
Firman Allah menjadi pengingat tegas, “Barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit…” (QS. Thaha: 124)
Ayat ini mengingatkan bahwa meninggalkan aturan Allah akan berbuah penderitaan. Kini saatnya kita kembali kepada aturan Allah yang paripurna, agar rakyat terbebas dari program populis yang membahayakan, dan benar-benar meraih kesejahteraan yang hakiki.
Wallahu’alam bish shawab
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…