BANDA ACEH – KAKOPX mengumumkan peluncuran “Inisiatif Blockchain Hijau” yang bertujuan membangun infrastruktur keuangan digital berkelanjutan dan rendah karbon.
Inisiatif ini akan fokus pada optimalisasi efisiensi daya komputasi, pengembangan alat penghitungan emisi karbon on-chain, serta mekanisme pendanaan proyek hijau.
KAKOPX juga mengundang komunitas teknologi global, platform aset kripto, dan lembaga penelitian untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem kripto yang lebih sadar lingkungan.
Selama ini, konsumsi energi dari aset kripto menjadi sorotan utama masyarakat.
KAKOPX menekankan bahwa untuk mewujudkan nilai jangka panjang teknologi kripto, industri harus terlibat aktif dalam merancang jalur netral karbon dan membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan melalui pendekatan sistematis.
Dalam 12 bulan ke depan, KAKOPX akan merilis laporan audit efisiensi energi node platform dan bekerja sama dengan penyedia layanan komputasi hijau untuk menerapkan kluster server hemat energi.
Selain itu, platform ini akan mengeksplorasi integrasi blockchain dengan AI guna melacak dan mengaudit jejak karbon setiap transaksi, menciptakan dimensi baru dalam mengukur nilai berkelanjutan aset digital.
KAKOPX menyatakan bahwa keberlanjutan akan menjadi faktor kompetitif utama industri kripto ke depan.
Untuk mencapainya, platform telah menetapkan tiga mitra potensial: operator node komputasi hijau, lembaga pendaftaran dan penghitungan aset karbon, serta universitas dan think tank yang fokus pada mekanisme rendah karbon.
KAKOPX akan menyediakan toolkit kepatuhan, antarmuka API, dan jalur pencatatan aset hijau, disertai insentif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hijau.
Di tengah meningkatnya regulasi global dan kesadaran pengguna, tanggung jawab hijau kini menjadi bagian dari kredibilitas platform.
Siapa yang mampu menjawab tantangan transparansi energi dan akuntabilitas emisi, akan memperoleh reputasi pionir di pasar global.
Meski masih dalam tahap awal, KAKOPX yakin bahwa perkembangan industri kripto tidak boleh mengorbankan lingkungan.
Sistem keuangan digital masa depan harus rendah karbon dan berkelanjutan.
Ke depannya, KAKOPX berencana meluncurkan mekanisme sertifikasi aset hijau dan fitur penyaringan preferensi hijau pengguna, menjadikan nilai lingkungan sebagai pertimbangan penting dalam transaksi.
Dengan dorongan kebijakan global menuju netral karbon, siapa pun yang unggul dalam transformasi hijau berpeluang menjadi pusat infrastruktur keuangan digital berikutnya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler