ACEH
ACEH

Gerakan Aceh Berwakaf Jadi Motor Transformasi, Pre-Event Waqaf Summit Perkuat Sinergi

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menempatkan Gerakan Aceh Berwakaf (GAB) sebagai katalis transformasi pengelolaan wakaf menuju arah yang lebih produktif, profesional, dan berkelanjutan.

Diluncurkan pada 16 Maret 2025 bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran, GAB dipayungi Instruksi Gubernur Aceh No. 03/INSTR/2025 yang mengamanatkan percepatan pembentukan Baitul Mal Gampong, penyusunan Rencana Induk Wakaf Aceh, hingga pendataan aset wakaf berbasis gampong.

Staf Ahli Gubernur Aceh, Mahdi Efendi, menegaskan bahwa GAB hadir bukan sekadar simbolis, melainkan sebagai langkah nyata menanamkan prinsip Islam dalam pembangunan ekonomi masyarakat Aceh. “Gerakan Aceh Berwakaf menjadi katalis transformasi tata kelola wakaf di Aceh. Wakaf bukan hanya amal jariyah, melainkan instrumen ekonomi umat yang menopang kesejahteraan lintas generasi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Dahlan Jamaluddin, S.IP, Staf Khusus Gubernur Aceh. Menurutnya, GAB dirancang untuk mengembalikan wakaf sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh. “GAB adalah gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Tujuannya mempercepat transformasi wakaf dari sekadar tradisi menjadi instrumen pembangunan modern yang memberi manfaat berkelanjutan,” jelas Dahlan.

Ia menambahkan, program-program unggulan GAB meliputi pembentukan Baitul Mal Gampong, penyusunan Rencana Induk Wakaf Aceh, hingga rencana pelaksanaan Aceh Waqf Summit pada November 2025 mendatang. “Pre-Event Summit ini bagian dari rangkaian GAB. Kita ingin membangun ekosistem wakaf yang kuat agar bisa menopang kemandirian ekonomi Aceh,” tegasnya.

Semangat GAB inilah yang kemudian diperkuat melalui forum Pre-Event Aceh Waqaf Summit, yang digelar di Balee Meuseuraya Aceh, Kamis (25/9/2025). Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh ini mengangkat tema “Mengarusutamakan Wakaf dalam Pembangunan Aceh yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Forum tersebut menghadirkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari Kepala Bappeda Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam, Ketua Baitul Mal Aceh, Kepala OJK Aceh, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, hingga Regional CEO BSI Aceh. Selain itu, turut hadir perwakilan Yayasan Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC)

Momentum Pre-Event Summit diharapkan menjadi ruang strategis untuk mengintegrasikan GAB dengan agenda pembangunan Aceh yang lebih luas. Pemerintah Aceh optimis sinergi antara GAB dan forum wakaf ini akan mempercepat lahirnya inovasi wakaf produktif, memperkuat ekosistem ekonomi syariah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat lintas generasi.

image_print

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website