OTO
OTOMOTIF

Said Didu Kena Musibah, Minta Bantuan Masyarakat Cari Motornya yang Hilang

@Agoenk_Noegroz: Selasa saya genio juga hilang pak. Lagi susah cari uang, perut tidak bisa diajak kompromi. Tanpa mikir panjang, ga peduli hak/ bukan semua disikat…

@doblang_08: Polisi suka ga serius nangani kehilangan motor om

@arie_EVholiq: Polisi itu sebenarnya gampang aja buat menemukan/menangkap pelaku curanmor. Tapi ga mau karena ga ada duitnya. Otak polisi mulai masuk sdh duit duit duit dan duit buat balikin modal, modal balik tapi sdh mengakar diotak jadi lanjut terus.

@arman041411: Yang penting laporan aja dulu, walaupun kita tau mereka gak akan bergerak untuk mencari.

@YudhaNaren78184: Apa iya ditindaklanjuti pak didu?

Said Didu Kritik Keras MBG: Keracunan-Habiskan Uang Rakyat Ratusan Triliun

Sebelum mengunggah sepeda motornya hilang, dirinya menuliskan pendapatnya soal maraknya keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rentetan kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Nusantara dalam sepekan belakangan disesalkan banyak pihak.

Program yang senyatanya bertujuan untuk mencegah stunting itu justru menuai menuai kritik dari masyarakat. 

Satu di antaranya dilontarkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

Dirinya menilai Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Giban Rakabuming Raka itu menyimpan banyak persoalan di lapangan.

Said Didu menyampaikan enam poin yang menurutnya merupakan fakta lapangan dari pelaksanaan program tersebut. 

Di antaranya, ia menyebut telah terjadi kasus keracunan makanan, rendahnya minat siswa terhadap makanan yang disediakan, hingga meningkatnya beban psikologis siswa dan guru.

“Fakta di lapangan: keracunan, sebagian besar anak-anak sekolah tidak suka, MBG bahkan sudah menjadi beban psikologis anak-anak sekolah,” ungkap Said Didu lewat twitter atau X pribadinya, @msaid_didu pada Selasa (23/9/2025).

“Guru-guru habiskan waktu sekitar dua jam untuk ngatur makan anak-anak sekolah lewat MBG, rawan sabotase, dan habiskan uang rakyat ratusan triliun,” bebernya.

Pernyataan Said Didu itu merujuk pemberitaan Kompas.com pada hari ini, Selasa (23/9/2025).

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Badan Bizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tidak ingin program Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti dengan pemberian bantuan uang tunai. 

Ia menilai, pemberian uang tunai untuk rakyat yang membutuhkan sudah diwakili oleh Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

Program MBG pun sudah didiskusikan dan dirancang sejak lama oleh Presiden Prabowo Subianto. 

“Program ini dirancang, kan sudah diskusi lama. Dan program ini adalah untuk intervensi pemenuhan gizi. Untuk uang tunai kan sudah ada Bantuan Langsung Tunai. Jadi kita tidak ingin melakukan itu,” kata Dadan usai konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).

image_print
1 2 3 4 5

Reaksi

Berita Lainnya