OTO
OTOMOTIF

Said Didu Kena Musibah, Minta Bantuan Masyarakat Cari Motornya yang Hilang

Dadan beralasan, pemberian uang tunai justru akan mempermudah penyelewengan.

Ia mencontohkan satu kasus di Sumatera Utara, ketika salah seorang warga memanfaatkan dana bantuan dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) milik anak untuk membayar hal lain, bukan SPP sekolah.

Di sisi lain, kata Dadan saat mengemukakan argumen mengenai penolakan penggantian MBG dengan uang tunai, program MBG dijalankan untuk meningkatkan dan memutarkan rantai pasok ekonomi desa hingga terbentuk ekosistem. 

“Kita kan ingin membangun rantai pasok, membentuk ekosistem. Satu SPPG (dapur umum) itu akan mendorong kemandirian pangan lokal dan ketahanan pangan lokal,” ucapnya.

Setiap SPPG, kata Dadan, membutuhkan sekitar 5 ton beras. 

Beras itu diserap dari daerah setempat ataupun daerah penghasil beras.

Oleh karenanya, petani mendapatkan permintaan tinggi sehingga nilai tukarnya pun terjaga. 

“Satu SPPG itu kan setiap bulan butuh 5 ton beras. Itu setara dengan 10 ton gabah kering giling. Jadi berapa hektar? Ada 2 hektar luas panen yang (dimanfaatkan) satu SPPG,” jelas Dadan.

Beragam pendapat pun bersusulan mengisi kolom komentarnya.

@bhsmozady: banyaknya kasus keracunan MBG tapi ga ada yg ditindak oleh aparat penegak hukum. ga ada penyelidikan padahal kasus berulang…. keracunan makanan di luar MBG apa itu di hajatan dll selalu diselidiki dan biasane ada tersangka.. pembiaran terstruktur…

@seringham62617: Makanan Bergizi Gratis jgn dihapus, cukup dievaluasi. Yg menolak rata-rata sudah tak punya anak sekolah, jadi tak merasakan manfaatnya. Padahal bagi keluarga kecil, satu porsi bergizi buat anak sangat berarti. Jgn sampai kepentingan politik menutup mata pada masa depan generasi

@Singa_Nala: Tetangga saya baru dapat proyek itu, kalau dihentikan dia gak balik modal dong 

@NasQorni: Program MBG yang tidak tepat juga tidak sesuai rencana, malahan sebalik nya bikin susah orang tua murid juga guru2 nya di sekolah, dasar belgedes prettt

Kasus Keracunan Masal MBG

Diketahui, sejumlah kasus keracunan massal terkait MBG menimbulkan kekhawatiran publik.

Pada Senin (5/5/2025), sebanyak 121 siswa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

Kejadian serupa terjadi di Sleman, DIY pada Rabu (13/8/2025), melibatkan siswa dari tiga SMP. Sementara di Garut, Jawa Barat, sebanyak 569 siswa mengalami gejala serupa pada pertengahan September.

Kasus terbaru tercatat di Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (16/9/2025), di mana 46 siswa mual dan pusing setelah menyantap menu ayam woku yang disajikan dalam program MBG.

image_print
1 2 3 4 5

Reaksi

Berita Lainnya