LIFESTYLE
LIFESTYLE

5 Kesalahan Fatal Saat Memilih Workshop

Kesalahan selanjutnya yaitu tidak menindaklanjuti hasil dari workshop. Workshop seharusnya jadi titik awal, bukan garis akhir. Setelah acara selesai, luangkan waktu untuk menerapkan satu atau dua hal yang kamu pelajari. 

Catat apa yang benar-benar berguna, dan apa yang tidak. Dengan begitu, setiap workshop yang kamu ikuti akan benar-benar jadi bagian dari proses berkembangmu.

Kesalahan #5. Menyamaratakan “Murah” dengan “Worth It”

Siapa pun suka diskon. Tapi kalau kamu memilih workshop cuma karena “harga teman,” jangan kaget kalau hasilnya juga terasa “seadanya.” Masalahnya, banyak orang berpikir pendek: asal hemat. Padahal, workshop bukan belanja flash sale. 

Sebuah workshop bisa tampak mahal di awal, tapi kalau isinya membuka peluang baru, menambah skill, dan memperluas koneksi, jatuhnya tergolong murah dan worth it. 

Sebelum hitung harga, hitung dulu value-nya. Workshop yang murah tapi tidak memberikan pengalaman dan pengetahuan apa-apa akan tetap terlalu mahal.

Kesimpulan

Workshop bisa jadi pengalaman luar biasa, kalau kamu tahu apa yang kamu cari dan siapa yang kamu percayai untuk membimbingmu. Tapi kalau asal ikut karena tren atau promosi yang heboh, hasilnya sering cuma kecewa.

Kuncinya sederhana: pilih workshop dengan niat, bukan impuls. Pastikan isinya relevan, pembicaranya kredibel, dan formatnya cocok dengan cara kamu belajar. Jadi lain kali ketika kamu melihat iklan workshop penuh janji, cari tahu apakah workshop tersebut sekadar acara atau langkah nyata menuju versi terbaik dirimu.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya