DELI SERDANG – Komitmen teguh terhadap pendidikan lingkungan hidup kembali diukir manis oleh MIS Al-Washliyah Klumpang Kampung, Hamparan Perak, Deli Serdang. Sekolah ini sukses menggelar hajatan konservasi tahunan, Mission Fest 2025, yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
Dihelat bertepatan dengan momen penting peringatan Hari Pohon serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, festival ini mengusung tema filosofis yang mendalam: “Hidup Untuk Tumbuh, Hilang Bukan Berarti Mati”.
Gebrakan Edukasi Lingkungan dari Pinggir Kota
Pada Sabtu, 22 November 2025, suasana MIS Al-Washliyah Klumpang Kampung dipenuhi semangat hijau. Lebih dari 200 peserta memadati area, menunjukkan antusiasme yang luar biasa.
Peserta bukan hanya terdiri dari siswa MIS Al-Washliyah dan sekolah dasar di Desa Klumpang, tetapi juga melibatkan pelajar TK, siswa SMA, mahasiswa dari berbagai universitas, perwakilan pemerintah desa, Babinsa, hingga orang tua siswa dan masyarakat luas.
Mission Fest 2025 resmi dibuka oleh Kepala Sekolah, Bapak Rasta Mulk Hajar, S.Th.I. Dalam sambutan inspiratifnya, beliau menekankan bahwa upaya pelestarian alam adalah tanggung jawab kolektif yang dimulai dari hal sederhana.
“Mari kita jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan tempat tinggal, dan menanam pohon. Hari Pohon adalah awal bagi kita untuk melakukan perubahan, dan agen perubahan itu adalah kita semua!”
Beliau juga menegaskan peran vital sekolah dalam menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sejak usia dini.
Kelangkaan Satwa dan Harapan Menanam Endemik
Acara semakin berbobot dengan kehadiran narasumber dari berbagai lembaga konservasi.
Ibu Julaili Irni, S.Si., M.Si, selaku Eksekutif Direktur Yayasan Hutan Untuk Masa Depan (YHUMD), memuji Mission Fest 2025 sebagai sebuah “gebrakan edukasi lingkungan yang luar biasa”.
Dalam paparannya, beliau menyentuh isu krusial mengenai kelangkaan tumbuhan dan satwa liar di Indonesia yang disebabkan oleh multifaktor.
Hal ini sangat selaras dengan tema festival. Ibu Julaili menawarkan solusi nyata: masyarakat dapat mulai menanam tanaman endemik yang berpotensi mendatangkan kupu-kupu.
Kupu-kupu ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi indikator alami bahwa udara di lingkungan tersebut masih bersih.
Senada dengan YHUMD, Bapak Ahmad Azhari, SP, Founder Pesona Rimba Raya Indonesia, yang turut hadir menjelaskan bahwa festival ini efektif menumbuhkan rasa peduli konservasi sejak usia dini.
“Degradasi hutan dan fragmentasi habitat adalah faktor penting dalam hilangnya spesies. Oleh karena itu, aksi penanaman pohon di Mission Fest 2025 adalah langkah terbaik untuk memulai pelestarian lingkungan,” tegas beliau.
Aksi Nyata dan Penjaga Kecil Bumi
Puncak kegiatan ini diwarnai oleh aksi penanaman pohon bersama. Siswa, guru, pembicara, dan tamu undangan bergotong royong menanam bibit, menjadikannya simbol komitmen kuat MIS Al-Washliyah dalam menciptakan lingkungan belajar yang hijau dan sehat.
Di samping aksi fisik, suasana festival semakin meriah dengan permainan edukatif, kuis, dan lomba bertema konservasi. Anak-anak tampil aktif dan antusias, menunjukkan kreativitas serta wawasan mereka tentang alam.
Apresiasi juga datang dari pihak keamanan, di mana Sertu Wibowo, yang mewakili Babinsa Desa Klumpang Kampung, menyampaikan penghargaan tinggi atas kegiatan ini. Ia menilai Mission Fest selaras dengan upaya memperkuat hubungan masyarakat dengan alam dan mengajak peserta untuk menjadi “penjaga kecil bumi”.
Cinta Puspa dan Satwa: Jaminan Masa Depan Alam
Penutup acara ditandai dengan sambutan dari Bapak Nurhabli Ridwan, Founder Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS).
“Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional bukan hanya tentang mengenang simbol flora dan fauna bangsa, tetapi tentang menghidupkan kembali cinta terhadap bumi. Karena tanpa cinta, tak ada masa depan bagi alam kita.”
Melalui rangkaian kegiatan yang padat, edukatif, dan inspiratif, Mission Fest 2025 berhasil membuktikan bahwa pendidikan konservasi bisa dikemas secara menarik dan berdampak nyata.
Festival ini sekaligus memperkuat posisi MIS Al-Washliyah Klumpang Kampung sebagai sekolah yang konsisten menjadi garda terdepan dalam mendorong kesadaran lingkungan di tingkat lokal.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler