BANDA ACEH – Mendagri Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi membahas persiapan Natal dan Tahun Baru 2026 pada Senin (1/12). Tito sempat menyinggung masalah bencana yang terjadi di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara dan Barat.Tito mengatakan, bencana di 3 provinsi itu memiliki skala luas dan cepat kejadiannya. Ia tak menampik pemerintah kurang persiapan.
“Bencana yang cukup skalanya luas di Aceh, Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat. Kemudian kita belum tahu, nanti kita akan mendengarkan dari BMKG karena kita semuanya perlu persiapan. Sama seperti yang di Sumatera Utara itu terjadi sangat cepat dan kemudian mungkin kita kurang siap untuk itu,” kata Tito di Kemendagri, Jakarta Pusat.
Rapat ini dihadiri BMKG, Kemenko Polkam, TNI-Polri hingga Basarnas. Tito meningkatkan bencana bisa terjadi siapa saja dan pemerintah akan mendengar penjelasan dari BMKG.
“Nah untuk itu ini bisa terjadi at any time, setiap saat, at any place, di mana saja. Untuk itulah nanti kita mengundang BMKG untuk hadir menyampaikan,” ucap dia.
Tito mengatakan, selain di Aceh-Sumbar, banjir bandang juga terjadi di Cilacap Jawa Tengah. Namun masalah ini bisa diatasi.
“Banjir bandang dan longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Kami juga ke sana saat itu dengan Menko PMK dengan Kepala BNPB,” kata Tito.
Koordinasi Lintas Sektor Amankan Nataru
Sementara terkait penanganan Natal dan Tahun Baru 2026, Tito mengatakan diperlukan sinergi seluruh pihak terkait termasuk pemerintah daerah.
“Nah, harapan kita setelah rapat ini tiap-tiap daerah melakukan pemetaan, rapat konsolidasi untuk mengantisipasi potensi kebencanaan maupun potensi Natal dan Tahun Baru. Karena pasti polisi perlunya perlu buat rencana operasi, TNI juga perlu membuat rencana operasi, Basarnas, BIN, dan lain-lain,” kata Tito.
“Termasuk daerah membuat rencana operasi untuk menghadapi Natal Tahun Baru dengan berbagai multidimensi. Untuk itu nanti kita rundown acara ini, ini memang one way. Dengan segala hormat kepada teman-teman di daerah, ini satu arah dari para pembicara,” tutur dia.
Jumlah korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus bertambah. Hingga Minggu (30/11) malam, korban jiwa mencapai 442 orang.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers secara daring.
Berikut rinciannya:
Sumatera Utara: 217 orang tewas, 209 orang hilang
Sumatera Barat: 129 orang tewas, 118 orang hilang
Aceh: 96 orang tewas, 75 orang hilang
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler