BANDA ACEH – Isu baru kembali menerpa kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah.Setelah polemik bandara yang disebut beroperasi tanpa aparat negara mereda, kini perhatian publik tertuju pada dugaan ketimpangan upah antara pekerja asing dan tenaga kerja lokal.
Sorotan ini mencuat setelah pengakuan seorang mantan karyawan IMIP yang mengungkap besarnya gaji tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja hanya sebagai petugas kebersihan.
Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan program ‘Rakyat Bersuara’ bersama Aiman Witjaksono, mantan karyawan yang disamarkan sebagai ‘Mr X’ mengungkap nominal gaji yang dinilai jomplang dengan kondisi pekerja lokal.
“Saya tanya lewat penerjemah ‘senang tidak kerja di Indonesia’. Dia jawab senang sekali’. Mereka digaji sekitar 8.000 Yuan,” ujar Mr X dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Official iNews, Selasa, 2 Desember 2025. Jika dikonversi, jumlah itu mencapai sekitar Rp18,7 juta per bulan.
Pengakuan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menilai janggal apabila TKA dengan pekerjaan nonspesialis seperti tukang sapu menerima gaji yang berkali-kali lipat lebih besar dibanding pekerja lokal yang bekerja di sektor berisiko tinggi seperti smelter atau area produksi.
Di tengah kian derasnya kritik sosial mengenai perlakuan berbeda terhadap tenaga kerja, publik menuntut penjelasan menyeluruh dari pihak IMIP maupun pemerintah.
Pertanyaan mendasar pun bermunculan; bagaimana struktur pengupahan di IMIP? Apa dasar kebijakan yang membuat TKA nonkeahlian memperoleh pendapatan sedemikian besar? Dan apakah proses rekrutmen mereka memenuhi standar regulasi ketenagakerjaan Indonesia?
Aktivis perburuhan dan warganet juga mempertanyakan urgensi mempekerjakan TKA untuk pekerjaan yang dapat dilakukan tenaga lokal.
Mereka menilai ketidakseimbangan upah berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan mengikis keadilan bagi pekerja Indonesia yang selama ini mengisi pekerjaan berat dan berbahaya.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari IMIP terkait kesaksian tersebut. Publik mendesak transparansi total mengenai skema gaji, kualifikasi pekerja asing, serta pengawasan pemerintah terhadap kebijakan ketenagakerjaan perusahaan raksasa yang selama ini disebut menjadi pusat industri nikel nasional itu.***
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler