ACEH
ACEH

Keputusan Kontroversial di Tengah Bencana: Wakil IMPS Kecam Bupati Aceh Selatan Pilih Umrah Saat Rakyat Terendam Banjir

ACEH SELATAN – Keputusan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci di tengah kondisi darurat bencana banjir yang melanda wilayahnya menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Wakil Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua (IMPS), Ikhsan, secara tegas mengecam tindakan tersebut pada Jumat (5/12/2025), menilai prioritas pemimpin daerah itu telah keliru.

Prioritas Pemimpin Dipertanyakan

Ikhsan, mewakili IMPS, menyatakan keprihatinannya atas kondisi rakyat Aceh Selatan yang sedang dilanda musibah.

Bencana banjir Aceh Selatan telah menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal, kelaparan, dan terombang-ambing tanpa solusi yang cepat dan tepat.

“Di tengah kondisi mencekam di Aceh Selatan, dengan korban banjir yang sedang merana dan kehilangan tempat tinggal, ada yang kelaparan tanpa solusi yang tepat. Kepergian beliau ke tanah suci sungguh menyayat hati rakyat Aceh Selatan,” ujar Ikhsan yang disampaikannya kepada HARIANACEH.co.id, Jumat Petang (5/11/2025) .

Ia menyebut kepergian bupati sebagai tindakan yang “menghilang dari radar” di saat krusial, yang dianggap naif dan mengabaikan amanah rakyat. Ikhsan menegaskan, bencana adalah ujian yang sekaligus menggugurkan mereka yang sejak awal tak layak disebut sebagai pemimpin.

Umrah Sunnah, Menolong Korban Bencana Wajib

Kritik tajam Ikhsan juga berfokus pada pertimbangan hukum Islam mengenai prioritas amal.

Meskipun ibadah umrah adalah sunnah yang mulia, dalam situasi darurat bencana, menolong korban banjir yang berada dalam kesusahan merupakan prioritas yang lebih utama dan memiliki nilai wajib.

“Umrah memang ibadah sunnah yang sangat mulia, tetapi masih bisa ditunda sampai kondisi rakyat di Aceh Selatan membaik.

Amanah yang sudah diemban dan disumpah dengan kitab suci saat dilantik, tolong diingat lagi,” tegas Ikhsan, seraya mengingatkan bupati akan sumpah jabatannya.

IMPS mendesak Bupati Aceh Selatan untuk segera kembali ke daerah dan memimpin langsung penanganan dampak banjir bandang yang kini masih memulihkan trauma dan kerugian material warga.

image_print

Reaksi

Berita Lainnya