Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, dalam sambutannya menekankan pentingnya negara belajar dari Baduy, bukan sebaliknya. Menurutnya, kohesi sosial dan resiliensi masyarakat Baduy terbentuk karena kepatuhan pada alam.
“Mereka yang menjaga lingkungan, bukan orang modern yang justru sering mencabik-cabik alam. Pemerintah tidak boleh melakukan uniformisasi atau memaksakan standar pendidikan modern yang bisa merusak tatanan nilai mereka. Kekuatan Baduy ada pada keasliannya,” tegas Didik.
Senada dengan itu, Tokoh Perempuan dan Alumni Paramadina, Donna Louisa Latief, membandingkan Baduy dengan negara Bhutan yang mengukur kemajuan dari kebahagiaan warganya, bukan semata materi.
“Perempuan Baduy sejahtera tanpa teknologi canggih. Mereka hidup selaras dengan alam, dan itulah kekayaan sejati yang sulit dimiliki masyarakat kota,” ujarnya.
Di sisi ekonomi kreatif, Maya Fransiska, pengusaha handycraft, mengangkat isu pelestarian tenun (wastra) di tengah gempuran gawai pada generasi muda Baduy Luar. Tradisi menenun yang biasanya menjadi pengisi waktu luang kini bersaing dengan media sosial.
“Namun, potensi eco-fashion dari tenun Baduy sangat besar sebagai produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi, asalkan tetap menjaga pakem adat,” kata Maya.
Acara ini juga memutar video dokumenter pendek “Saba Budaya Baduy 2025” yang merekam potret visual ketangguhan perempuan Baduy dalam menenun kehidupan yang berkelanjutan di kaki pegunungan Kendeng.




























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…