Erwin mengatakan, bangunan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai perpustakaan modern berbasis digital, lengkap dengan perangkat teknologi penunjang.
“Kami ingin tempat ini jadi ruang belajar. Anak-anak muda yang datang, misalnya setelah olahraga, bisa belajar lewat media digital, bukan perpustakaan konvensional,” kata dia.
Erwin menyebutkan, proyek pembangunan Taman Tugu Nol Tigaraksa telah berjalan sekitar tiga bulan terakhir dan saat ini masih difokuskan pada pembangunan fisik.
Sementara itu, pengisian konten dan perangkat digital ditargetkan rampung dalam waktu sekitar enam bulan ke depan.
“Sekarang masih tahap fisik. Untuk pengisian konten digital dan kelengkapan teknologi, kami targetkan rampung sekitar enam bulan ke depan,” ujarnya.
“Nanti akan dilengkapi LED, komputer, tablet, dan konten digital supaya bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Setelah rampung, taman literasi digital tersebut akan dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip) Kabupaten Tangerang.
Pemerintah daerah juga merencanakan kegiatan edukatif rutin, termasuk kunjungan pelajar.
“Kami ingin ada aktivitas rutin, misalnya anak-anak sekolah datang belajar menggunakan media digital,” kata Erwin.
Kawasan seluas sekitar 1.000 meter persegi itu dibangun dengan tetap mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau (RTH).
Pepohonan besar di lokasi tidak ditebang dan diintegrasikan ke dalam desain kawasan.
Anggaran
Diketahui, berdasarkan laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), pembangunan tugu ini memiliki nilai pagu anggaran Rp2.331.000.000 dengan sumber anggaran APBD Kabupaten Tangerang tahun 2025.
Terkait anggaran yang ramai diperbincangkan publik, Erwin menjelaskan bahwa nilai tersebut telah melalui perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) dan pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) karena berada di kawasan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).
Ia juga menanggapi komentar netizen yang menilai ukuran tugu relatif kecil.
“Wajar kalau ada komentar seperti itu karena informasinya belum utuh. Ini bukan hanya membangun tugu, tapi mengembangkan kawasan taman literasi digital yang fungsinya jangka panjang,” ujar Erwin.
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan, anggaran tersebut mencakup penataan kawasan secara menyeluruh.
“Anggaran itu tidak berdiri untuk tugunya saja. Tugu nol hanya bagian kecil dari pengembangan kawasan taman literasi,” kata Erwin.
Ia berharap masyarakat melihat proyek tersebut secara utuh.
“Kalau dilihat sepintas memang seperti tugu. Padahal yang dibangun adalah kawasan taman literasi digital untuk kepentingan jangka panjang,” tandas Erwin.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler