Bencana Sumatera
BANDA ACEH – Presiden Mahasiswa (PEMA) Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, Ali Hasyimi, menyayangkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait penggunaan kayu oleh masyarakat saat bencana banjir melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra.
Ali Hasyimi menilai sikap DPR RI tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat yang sedang tertimpa musibah. Menurutnya, kayu yang terbawa arus banjir dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan mendesak, seperti memasak dan memperbaiki rumah yang hancur pascabencana.
“Saya melihat DPR RI hari ini tidak mencerminkan wakil rakyat, bahkan terkesan menjadi musuh rakyat. Kayu yang terbawa arus itu digunakan masyarakat untuk bertahan hidup, bukan untuk kepentingan lain,” kata Ali Hasyimi dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Ia menegaskan, seharusnya pemerintah, khususnya DPR RI, bersinergi dan berpihak kepada rakyat yang sedang dilanda bencana, bukan justru mempermasalahkan langkah-langkah darurat yang dilakukan masyarakat demi keselamatan dan kelangsungan hidup mereka.
Selain itu, Ali Hasyimi juga menyoroti penanganan bencana banjir di Aceh dan wilayah Sumatra yang dinilainya tidak transparan. Ia menduga adanya hal-hal yang ditutup-tutupi oleh pemerintah pusat dan DPR RI terkait status bencana tersebut.
“Bencana di Aceh dan Sumatra hari ini terkesan tidak dibuka secara terang. Ada apa sebenarnya? Apakah ada kepentingan tertentu sehingga Presiden Prabowo belum menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional hingga hari ini?” ujarnya.
Ali Hasyimi juga menyatakan, apabila pemerintah Indonesia merasa tidak mampu menangani bencana secara optimal, seharusnya membuka diri terhadap bantuan internasional, bukan justru meremehkan atau mengejek bantuan dari luar negeri.
Lebih lanjut, ia turut menyesalkan adanya dugaan tindakan intimidasi terhadap jurnalis saat peliputan bencana. Menurutnya, seorang jurnalis Kompas TV diduga mengalami intimidasi oleh oknum TNI saat meliput banjir di Aceh Tamiang, termasuk perampasan telepon genggam dan penghapusan video liputan.
“Ini sangat kami sayangkan. Jika benar TNI kuat bersama rakyat, maka kebebasan pers harus dilindungi, bukan justru diintimidasi,” tegasnya.
Ali Hasyimi berharap pemerintah pusat, DPR RI, dan seluruh pemangku kebijakan dapat lebih berpihak kepada rakyat, bersikap transparan dalam penanganan bencana, serta menjamin perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya di lapangan. []














































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler