NASIONAL
NASIONAL

Kubu Roy Suryo Cs Sebut Versi Eggi Sudjana Menyesatkan: Ijazah Jokowi Tak Bisa Diraba

Saat map digunting, Elida mengaku jantungnya berdebar kencang.

Saat map terbuka, terpampanglah dua dokumen tua di balik lapisan plastik.

Ijazah SMA di sisi satu, dan Ijazah Sarjana (S1) UGM di sisi lainnya. 

Kondisi fisik kertas tersebut, menurut Elida, sudah termakan usia.

“Waktu digunting itu jantung saya dag-dig-dug. Di luar ramai, saya berdoa, ‘Ya Allah, ini sosok yang kita perdebatkan bertahun-tahun sekarang mau kita lihat’,” tuturnya.

Meskipun terdapat aturan ketat yang melarang peserta gelar perkara menyentuh barang bukti, rasa penasaran yang memuncak membuat tim kuasa hukum, termasuk Elida, mengambil langkah nekat.

Dalam momen yang berlangsung cepat dan penuh desakan antusiasme, Elida berhasil menyentuh permukaan kertas ijazah tersebut.

“Memang dilarang pegang, tapi kita tidak peduli. Selagi bisa megang, kita pegang. Dia mau tutup, saya tahan dengan ujung jari saya,” jelas Elida.

Tindakan spontan itu memberikannya jawaban yang selama ini dicari.

“Saya tusuk dengan ujung jari, saya pegang ada embos (tulisan timbul). Ada watermark-nya, ada lintasan stempel. Saya melihat, saya merinding dan terharu,” tambah Elida.

Elida juga menyoroti detail fisik ijazah yang tampak alami dimakan waktu.

“Di bagian bawahnya itu robek-robek, karena sudah puluhan tahun. Namanya kertas tua,” kata dia.

Menurut Elida saat itu salah seorang tersangka Kurnia Tri Royani memegang tangannya.

“Bu Eli kita bersyukur, kita bisa lihat dari sekian juta orang katanya iya ya Bu Kurnia, katanya beruntung kita bisa melihat yang asli dari fotokopi yang selama ini beredar, yang menjadi keributan. Apa sih salahnya lihat ijazahnya cuman begini doang gitu. Nah, kemudian saya termenung,” kata Elida,

Bagi Elida dan tim kuasa hukum Eggi Sudjana, gelar perkara ini memberikan kepuasan tersendiri.

Ia menegaskan bahwa apa yang dilihatnya adalah bentuk asli dari fotokopi yang selama ini beredar di masyarakat.

“Saya melihat aslinya dari fotokopi yang diedarkan. Enggak mungkin fotokopi ini ada kalau enggak ada aslinya. Dan itu aslinya,” tegasnya.

Meski mengakui masih ada pihak yang skeptis, seperti Roy Suryo yang turut hadir namun tetap memegang keraguan berdasarkan keilmuannya, Elida memilih sikap realistis.

Baginya, langkah kepolisian memperlihatkan ijazah tersebut adalah tindakan elegan yang patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Elida lalu mengajak publik untuk mulai menggeser fokus dari polemik ijazah yang dinilainya sudah menemui titik terang, menuju isu-isu kebangsaan yang lebih mendesak, seperti penanganan bencana alam dan transisi pemerintahan.

image_print
1 2 3 4

Reaksi

Berita Lainnya