Sejumlah siswa tiba-tiba mengeroyoknya hingga menyebabkan luka memar di bagian tubuh dan pipi.
Keributan tak berhenti di situ. Setelah jam pelajaran selesai, beberapa siswa disebut kembali mengejar dan melempari Agus dengan batu.
Dalam situasi terdesak, Agus terlihat dalam video lain mengacungkan celurit.
Agus mengakui tindakan tersebut, namun menegaskan bahwa itu hanya untuk menakut-nakuti agar siswa membubarkan diri.
“Kami ini SMK pertanian, alat seperti celurit memang tersedia di kantor. Saya lakukan itu agar mereka bubar, bukan untuk melukai siapa pun,” jelasnya.
Namun, menurut pengakuannya, aksi tersebut justru tidak membuat siswa mundur.
Situasi semakin sulit dikendalikan hingga akhirnya pihak sekolah kembali melerai.
Disdik Jambi Turun Tangan
Pasca kejadian, Agus melaporkan insiden tersebut ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi.
Ia berharap ada penyelesaian adil dan menyeluruh atas peristiwa yang mencederai dunia pendidikan itu.
Disdik Provinsi Jambi menyatakan akan menyelidiki insiden perselisihan antara seorang guru bahasa Inggris dan beberapa siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, yang videonya sempat viral di media sosial.
“Kami segera menindaklanjuti kejadian ini. Tim dari bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan langsung turun ke SMKN 3 Tanjab Timur untuk melakukan pendalaman,” ujar Plt Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, Rabu (14/1/2026).
Umar menyesalkan insiden tersebut. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat belajar dan menimba ilmu, bukan arena konflik yang berujung kekerasan fisik.
Ia berharap seluruh warga sekolah dapat bertindak bijak agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar.
Terkait oknum guru dan siswa yang terlibat, Disdik berencana memberikan pembinaan agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi untuk menindaklanjuti hasil pembinaan tersebut,” tambah Umar.






























































































