Bahwa child grooming bukanlah tindakan tunggal, melainkan sebuah proses bertahap.
Pelaku biasanya akan berusaha membangun hubungan dengan korban.
Mereka juga sering berpura-pura menjadi teman atau figur yang dapat dipercaya.
Dikutip dari laman halodoc, berikut adalah poin penting terkait modus child grooming yang perlu diwaspadai para orangtua:
Pura-pura jadi teman
Pelaku child grooming biasanya akan berpura-pura simpati kepada korban.
Ia pun akan membangun hubungan pertemanan yang baik dengan anak.
Modusnya adalah pelaku kerap melakukan minat yang sama dengan korbannya.
Pakai media sosial
Tak cuma di dunia nyata, pelaku child grooming juga akan membangun hubungan dengan anak di media sosial.
Hal itu dilakukan agar mereka selalu intens berkomunikasi.
Pakai game online
Selain media sosial, modus pelaku child grooming di era digitalisasi adalah memanfaatkan game online.
Pelaku biasanya berinteraksi dengan anak melalui game online.
Hal tersebut kerap dilakukan pelaku dengan menyembunyikan identitas mereka.
Peduli dan menawari bantuan
Terakhir, modus yang paling sering dilakukan pelaku child grooming adalah mereka kerap menawari bantuan kepada anak yang sedang kena masalah.
Usai diberi bantuan, sang anak akan merasa punya hutang budi sehingga rela melakukan apa saja kepada pelaku.
Untuk para orangtua yang memiliki anak masih di bawah umur, ada baiknya lebih waspada akan praktek child grooming sejak dini.




























































































