“Ronda manual tetap jalan,” katanya, singkat namun tegas.
Kolaborasi antara ronda darat dan ronda udara menjadi kunci. Drone membantu pengawasan, warga tetap menjaga ikatan sosial.
Ketika Drone Lewat, Remaja Pulang Lebih Cepat
Efeknya mulai terasa. Fajar menyebut, remaja yang biasa nongkrong hingga larut malam kini memilih membubarkan diri begitu drone melintas setelah pukul 22.00 WIB.
Pengawasan rumah pun menjadi lebih efisien.
“Untuk satu RW itu kan ada 200 rumah, kalau menggunakan drone berkeliling cukup dengan waktu 10 menit,” ujarnya.
Bagi warga RT 22 Gaum, drone bukan sekadar alat.
Ia menjadi simbol bahwa ada seseorang yang benar-benar memikirkan keamanan mereka, bahkan sebelum diminta.
Dan di situlah jejak itu tertinggal, bukan pada baling-baling drone, melainkan pada rasa aman yang perlahan tumbuh di kampung kecil Karanganyar.





























































































