Namun, para penasihat Trump dan para jenderal di Pentagon tidak mampu memberikan jaminan bahwa serangan yang diinginkan Trump dapat langsung menggulingkan Khamenei.
Sebuah operasi militer yang singkat dan kuat memerlukan persiapan ekstensif, contohnya yang terjadi di Venezuela yang didahului dengan persiapan selama beberapa pekan.
“Yang pasti adalah serangan terhadap Iran akan memicu serangan balasan. Pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah akan dibombardir Iran, Israel pun akan dipaksa untuk ikut berkonfrontasi dan menerima kiriman berondongan rudal dan drone, dan industri energi sekutu AS di Teluk juga akan diserang Iran. Serangan balasan Iran akan mengerek harga minyak dunia dan ongkos produksi, termasuk di AS,” demikian laporan Ynet.
Israel kekurangan stok interseptor
Menurut laporan Times of Israel, beberapa ahli mengingatkan bahwa Israel akan menemui situasi di mana mereka kini kekurangan sistem interseptor rudal jika Iran melancarkan serangan balasan atas aksi militer AS.
Premis itu didasari atas laporan Wall Street Journal (WSJ), bahwa hanya lima hari setelah perang 12 hari dimulai pada 13 Juni 2025, stok interseptor Arrow milik Israel menipis.
Jika saja perang berlangsung lebih dari 12 hari, menurut WSJ, Israel bisa langsung menghabiskan seluruh stok sistem pertahanan udaranya. Padahal, AS kala itu pun ikut membantu Israel dengan menembakkan 150 atau 25 persen dari seluruh stok interseptor THAAD.
Dan dalam laporan WSJ pada 24 Juli 2025, dibutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk memulihkan stok setelah perang berakhir.
“Meski Israel memiliki sistem pertahanan udara berlapis yang canggih, termasuk Arrow, David’s Sling dan Iron Dome, Israel saat itu menghemat persediaan sistem pertahanannya hingga perang berakhir,” kata WSJ.
Jika saja saat itu Iran tidak langsung menyepakati gencatan senjata yang diprakarsai Trump dengan melancarkan sekali lagi hujanan rudal balistik atau hipersonik, menurut laporan WSJ, Iran bisa melenyapkan seluruh sistem pertahanan udara Israel.
Namun, Iran saat itu tidak tahu bahwa Israel hampir kehabisan stok Arrow cs dan langsung menyetujui gencatan senjata.
Sekarang, tujuh bulan setelah perang 12 hari, Israel tampaknya belum mampu menambah kembali jumlah atau stok sistem pertahanan udara mereka. Dan tidak ada indikasinya juga Israel telah siap menghadapi perang baru melawan Iran.
Dampak kerusakan
Selama perang 12 hari, Iran dilaporkan setidaknya meluncurkan 500 rudal dan 1.000 drone ke Israel. Tel Aviv mengklaim berhasil mengintersep 86 persen dari total jumlah rudal dan drone itu.





























































































