“Kami dari USK memberikan dukungan sepenuhnya agar project ini bisa terwujud, termasuk dukungan dari elemen masyarakat yang ada. Mulai dari persiapan awal hingga selesainya proyek ini nantinya,” kata Prof. Marwan.
Rektor menekankan bahwa keberadaan RS Pendidikan USK ini merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Aceh. “Semuanya demi kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan kesehatan bagi masyarakat, lewat RS Pendidikan USK tanggap bencana. Kita ingin menghadirkan fasilitas yang mampu menjadi tumpuan di saat normal maupun saat terjadi situasi darurat,” tutupnya.
Dengan dukungan teknologi dan pendanaan dari Jepang melalui JICA, RS Pendidikan USK diharapkan menjadi salah satu pusat rujukan kesehatan terbaik di wilayah Sumatera sekaligus simbol ketangguhan (resiliensi) Aceh dalam menghadapi tantangan kesehatan dan kebencanaan di masa depan.
Mereka yang hadir adalah Deputy Director JICA Southeast Asia and Pacific Dept, Oba Takashi dan Country Officer Southeast Asia and Pacific Dept, Shiraishi Yukari. Sedangkan dari JICA Indonesia, Kawamoto Hanako selaku Project Formulation Advisor, dan Widya Amasara; Program Officer. []

























































































