EDUKASI
EDUKASI

Perkuat Peta Jalan Damai Aceh, BRA dan USK Teken Kerja Sama Strategis

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) dan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) resmi menjalin kerja sama strategis dalam upaya memantapkan keberlanjutan perdamaian dan kesejahteraan masyarakat pascakonflik di Aceh. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan oleh Rektor USK, Prof. Marwan, dan Kepala BRA, Jamaluddin, di Balai Senat USK, Rabu (21/1/2026).

Pertemuan ini menjadi istimewa karena turut dihadiri oleh perwakilan dari Program Magister Damai dan Resolusi Konflik USK, serta perwakilan akademisi dari UIN Ar-Raniry dan Universitas Teuku Umar (UTU). Sinergi lintas kampus ini menandai babak baru keterlibatan akademisi dalam mengawal transisi perdamaian Aceh yang lebih saintifik dan terukur.

Roadmap 2025-2035: Empat Pilar Strategis

Dalam paparannya, Kepala BRA Jamaluddin menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari penyusunan Roadmap (Peta Jalan) pelaksanaan penyelesaian konflik secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat untuk periode sepuluh tahun ke depan (2025-2035).

“Kami membawa peta jalan yang bertumpu pada empat pilar strategis, yakni reintegrasi ekonomi inklusif berbasis pasar, akselerasi reforma agraria dan keadilan retroaktif lahan, revitalisasi keadilan transisional dan pemulihan korban, serta penguatan arsitektur kelembagaan dan kohesi sosial,” urai Jamaluddin.

Ia menegaskan bahwa peran akademisi sangat krusial dalam memvalidasi langkah-langkah BRA melalui naskah akademik yang kuat.

“Kehadiran akademisi sangat berarti, karena cara paling efektif untuk menguatkan peran BRA adalah melalui jalur akademik. Kami berharap naskah akademik yang dihasilkan nanti dapat menjadi pedoman resmi bagi Pemerintah Republik Indonesia dalam melihat keberlanjutan damai Aceh,” tambahnya.

Rektor USK, Prof. Marwan, menyambut baik kepercayaan yang diberikan BRA kepada pihak kampus. Menurutnya, keterlibatan akademisi adalah jaminan bahwa program-program BRA kedepan akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

“Proses damai yang panjang telah melahirkan BRA sebagai jembatan kepedulian terhadap kesejahteraan mantan kombatan. Namun, kita harus jujur bahwa setelah 20 tahun damai, masih banyak hal yang belum sempurna. Kerja sama ini adalah komitmen USK untuk membantu mengefektifkan peran BRA dalam mewujudkan kesejahteraan bagi kombatan maupun masyarakat korban konflik,” ujar Prof. Marwan.

Lebih lanjut, Rektor mengusulkan agar program BRA dapat disinergikan dengan upaya Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) di wilayah-wilayah terdampak bencana alam di Aceh. “Di wilayah bencana, seringkali terdapat masyarakat korban konflik juga. Perlu disinergikan persoalan sosial dan ekonominya melalui program yang terintegrasi di sana,” saran Rektor.

1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website