BANDA ACEH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) menunjukkan dedikasi nyata dalam upaya pemulihan psikososial anak-anak korban banjir bandang di Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Sebanyak sembilan mahasiswa lintas jurusan yang tergabung dalam kelompok ini tidak hanya menjalankan misi akademik, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis masyarakat dalam proses rehabilitasi pascabencana yang komprehensif.
Fokus utama tim KKN Kebencanaan kali ini adalah pendampingan psikososial bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak. Program ini dirancang secara khusus untuk membantu mereka mengatasi trauma, ketakutan, dan tekanan mental akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu.
Melalui serangkaian permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional yang hangat, para mahasiswa berupaya menciptakan ruang aman yang mampu mengembalikan keceriaan dan normalitas hidup anak-anak di desa tersebut.
Koordinator Kelompok KKN Kebencanaan USK, Akbar Juanda, menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi psikologis anak merupakan prioritas utama karena dampak bencana pada anak sering kali tidak terlihat secara fisik namun sangat mendalam.
“Anak-anak mengalami guncangan batin yang sulit diungkapkan. Melalui pendekatan psikososial ini, kami ingin memastikan mereka pulih secara mental, kembali tersenyum, dan kembali merasa aman di lingkungan mereka sendiri,” ujar Akbar, Rabu (21/1).
Selain fokus pada aspek kesehatan mental, mahasiswa KKN USK juga terlibat aktif dalam aksi gotong royong bersama warga setempat. Mereka bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur yang merendam fasilitas umum, lingkungan desa, hingga sekolah-sekolah yang terdampak. Aksi fisik ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, sekaligus mempererat ikatan sosial dan semangat kebersamaan antara mahasiswa dengan masyarakat terdampak.
Di sektor kesehatan fisik, tim KKN Kebencanaan USK berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan Imani Care untuk menyelenggarakan pengobatan massal secara gratis bagi warga Desa Dayah Kruet. Layanan ini disambut antusias oleh masyarakat yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dini pascabencana. Akbar menambahkan bahwa seluruh rangkaian program disusun berdasarkan analisis kebutuhan riil masyarakat di lapangan dengan mengedepankan semangat pengabdian tanpa batas.
Kontribusi positif ini mendapat apresiasi tinggi dari Keuchik Desa Dayah Kruet, Syukri. Menurutnya, kehadiran mahasiswa USK membawa dampak signifikan bagi proses pemulihan desa, terutama dalam membangkitkan moral warga.



























































































