BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto memastikan Indonesia akan selalu menjaga kredibilitas negara, termasuk dalam pembayaran utang. Menurutnya, tak ada dalam sejarah bahwa Indonesia mengalami kegagalan membayar utang. Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekali pun gagal bayar dalam pembayaran utang kami. Tidak pernah sekali pun,” ujar Prabowo saat menjadi pembicara di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Prabowo juga memastikan, pemerintah sakan elalu membayar utang. Meskipun utang ini berasal dari rezim sebelumnya.
“Rezim yang menggantikan selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden-presiden berikutnya akan selalu menghormati utang-utang dari pemerintahan sebelumnya,” katanya.
Presiden menjelaskan, meskipun dunia menghadapi kondisi keuangan yang mengetat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian Politik, perekonomian Indonesia terus tumbuh. Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen setiap tahun selama dekade terakhir.
“Dan saya yakin tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi. Inflasi kita tetap terjaga di sekitar 2 persen. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3 persen dari PDB kita. Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia berdaya tahan,” tambahnya.
Dalam APBN 2025, pemerintah menarik utang baru mencapai Rp 736,3 triliun hingga 31 Desember 2025. Angka tersebut 94,9 persen dari total target APBN tahun lalu Rp 775,9 triliun.
Total pembiayaan anggaran yang telah direalisasikan pemerintah hingga Desember 2025 mencapai Rp 744 triliun atau setara 120,7 persen dari pagu pembiayaan yang dirancang senilai Rp 662 triliun.
Realisasi APBN mengalami defisit pada akhir 2025. Hingga 31 Desember 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp 695 triliun atau 2,92 persen dari PDB nasional.































































































