“Untuk tahap awal, komoditas yang ditanam sebagian besar adalah jagung dan ada juga padi gogo. Walaupun kebutuhan pangan Sabang belum bisa dipenuhi 100 persen dari produksi lokal, minimal 50 persen kebutuhan dapat dipenuhi melalui program ini. Langkah tersebut, diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama saat distribusi pangan dari daratan mengalami kendala,” jelasnya.
Dari sisi gampong, Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar Bin Abdul Wahab menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias mendukung program ketahanan pangan, dengan ikut terlibat dalam pengelolaannya. Saat ini tersedia lahan sekitar 2 hingga 2,5 hektare, dengan kurang lebih 1 hektare telah dimanfaatkan. Meskipun pada tahap awal masih dihadapkan pada kendala perencanaan dan kondisi lahan berbatu, hal ini akan diatasi secara bertahap, termasuk melalui penggunaan alat berat jika diperlukan.
“Masyarakat sangat antusias karena program ini memang sudah lama kami harapkan. Ke depan, lahan akan terus kami kembangkan dan dijadikan permanen serta berkelanjutan. Setelah panen, batu-batu akan dipindahkan agar lahan bisa diperluas, dan program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran ketahanan pangan serta gotong royong masyarakat,” tutupnya. []





























































































