BANDA ACEH – Ketegangan global yang meningkat memicu kekhawatiran pecahnya Perang Dunia III.Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, rencana Amerika Serikat (AS) untuk menguasai Greenland, serta perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, menimbulkan peningkatan risiko konflik global.
Presiden AS Donald Trump juga sempat mengancam akan melakukan intervensi di Iran, dengan mengatakan bahwa ia memiliki “pilihan yang sangat kuat” yang dapat mencakup tindakan militer.
Meskipun tidak ada tempat yang sepenuhnya kebal terhadap kekacauan perang, beberapa negara menonjol sebagai tempat perlindungan potensial karena netralitas Politik, isolasi geografis, keamanan pangan dan energi, serta sistem pertahanan dan pencegahan yang kuat.
Negara-negara teraman jika terjadi Perang Dunia III, perlu dipertimbangkan jika hal yang tak terbayangkan terjadi.
Dari negara-negara kepulauan terpencil hingga negara-negara netral di Eropa, lokasi-lokasi ini menawarkan peluang terbaik untuk terhindar dari bahaya.
Lantas, ada negara mana saja?
10 Negara Teraman di Perang Dunia III
Dikutip dari laman Dan Merriam, berikut 10 negara paling aman jika Perang Dunia III pecah:
1. Selandia Baru
Selandia Baru menempati peringkat tinggi sebagai tempat perlindungan yang aman karena isolasi geografisnya.
Terletak lebih dari 2.000 kilometer dari Australia, negara ini menawarkan penghalang pertahanan alami.
Selandia Baru menikmati netralitas politik, jarang terlibat dalam konflik internasional.
Selandia Baru memiliki sektor pertanian dan energi yang kuat, memastikan swasembada.
Ekonomi dan lingkungan sosialnya yang stabil menjadikannya tempat perlindungan yang ideal.
Program residensi mudah diakses, memberikan peluang bagi mereka yang mencari keamanan jangka panjang.
Infrastruktur energi terbarukan Selandia Baru, termasuk energi hidroelektrik dan panas bumi, mengamankan kebutuhan energinya selama gangguan global.
2. Swiss
Swiss identik dengan netralitas dan stabilitas.
Kebijakan netralitasnya telah ada sejak tahun 1815, menghindari aliansi militer dan konflik.
Sistem pertahanan Swiss mencakup jaringan pertahanan militer dan sipil yang terawat dengan baik.
Medan pegunungannya menawarkan pertahanan alami, meningkatkan keamanan.
Selain itu, sistem keuangan Swiss yang kuat dan stabilitas ekonominya berkontribusi pada daya tariknya.
Negara ini swasembada dalam produksi pangan dan memiliki cadangan yang besar.
Program residensi Swiss menarik mereka yang mencari lingkungan yang aman.






























































































