DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Mengapa Timur Tengah Ketakutan Jika Perang AS vs Iran Pecah? Ini Penjelasannya

BANDA ACEH – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi tekanan yang meningkat untuk menanggapi secara militer tindakan keras rezim Iran terhadap para pengunjuk rasa di seluruh negeri.Meskipun Trump, untuk saat ini, telah menahan diri untuk tidak mengizinkan serangan, operasi militer terhadap Iran tetap menjadi kemungkinan yang nyata. Pejabat AS mengindikasikan bahwa titik keputusan penting lainnya mungkin akan muncul dalam beberapa minggu mendatang.

Prospek ini mengkhawatirkan hampir semua negara di Timur Tengah atau Asia Barat, dengan pengecualian Israel. Para aktor regional memandang serangan AS terhadap Iran sebagai langkah berbahaya bagi Washington yang akan mengekspos negara-negara tetangga pada risiko geopolitik, ekonomi, dan keamanan yang parah.

Stabilitas di Atas Perubahan Rezim di Iran

Menurut laporan The New Arab (TNA), Minggu (25/1/2026), banyak negara di Timur Tengah sangat takut tentang konsekuensi destabilisasi langsung dari intervensi militer AS-Israel terhadap Iran.

Alih-alih mengantarkan tatanan pasca-konflik yang stabil, mereka khawatir bahwa serangan terhadap Iran akan memicu kekacauan berkepanjangan, bahkan berpotensi perang saudara, yang memicu arus pengungsi skala besar yang dapat membebani sistem Politik dan ekonomi yang sudah rapuh di seluruh wilayah.

Kekacauan semacam itu juga menimbulkan momok gerakan separatis di daerah pinggiran Iran yang merupakan rumah bagi kelompok minoritas negara itu dengan sejarah gerakan separatis mereka sendiri, seperti etnis Arab, Baloch, atau Kurdi.

Perkembangan seperti itu akan menimbulkan risiko keamanan akut bagi negara-negara seperti Turki dan Pakistan. Dari perspektif ini, bahayanya tidak hanya terletak pada fragmentasi internal Iran tetapi juga pada penularan regional yang lebih luas yang dapat terjadi setelahnya.

Bagi sebagian besar negara tetangga Iran, keberlanjutan rezim—betapapun tidak sempurnanya—dipandang lebih baik daripada ketidakpastian runtuhnya negara-bangsa Iran. Intervensi AS secara luas dipandang berisiko memicu pembalasan Iran terhadap infrastruktur energi, jalur pelayaran, dan instalasi militer regional, dengan dampak langsung terhadap perdagangan, investasi, keamanan maritim, dan stabilitas domestik.

Pemerintah lebih mengkhawatirkan dampak sekunder yang tak terkendali daripada kelangsungan hidup pemerintah Iran: serangan siber, mobilisasi milisi, terorisme, volatilitas pasar, dan ketidakamanan yang meluas di Irak, negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Lebanon, Suriah, dan Yaman.

image_print
1 2 3 4 5
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website